Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BudayaEntertainmentGaya hidupPolitik

Bukan Sekadar Hiburan! Bupati Dadang Supriatna Ungkap Makna Strategis Pagelaran Wayang Golek di Bandung Bedas Festival 2026

123
×

Bukan Sekadar Hiburan! Bupati Dadang Supriatna Ungkap Makna Strategis Pagelaran Wayang Golek di Bandung Bedas Festival 2026

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung KDS sampaikan sambutan di acara pergelaran wayang golek di Majalaya, Minggu (1/11/2026) malam.

Kabupaten Bandung, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Pagelaran wayang golek bukan sekadar tontonan atau hiburan rakyat. 

Di balik pertunjukan seni tradisional khas Sunda tersebut, tersimpan nilai-nilai budaya, pendidikan, pelestarian warisan leluhur, sekaligus potensi besar untuk memperkuat kebersamaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Example 300x600

Pesan tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna, saat menghadiri pagelaran wayang golek yang menjadi penutup rangkaian kegiatan Bandung Bedas Festival 2026 di Thee Matic Mall, Jalan Anyar, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Minggu malam (1/11/2026).

Dalam festival bertema “Festivalnya Pemuda Kabupaten Bandung” itu, 

Bupati yang akrab disapa DS tersebut memaparkan sejumlah program strategis Pemerintah Kabupaten Bandung.

Program-program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja, mendorong tumbuhnya kewirausahaan, memperkuat perekonomian masyarakat, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, kegiatan festival tidak semestinya hanya dipandang sebagai agenda seremonial maupun hiburan semata. 

Lebih dari itu, festival harus mampu menjadi ruang kolaborasi, tempat bertemunya kreativitas, potensi, dan partisipasi masyarakat dengan berbagai program pembangunan daerah.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperluas jejaring, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Job Fair Diserbu Hampir 1.000 Pendaftar

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam Bandung Bedas Festival 2026 adalah penyelenggaraan bursa kerja atau job fair. Dalam kegiatan tersebut, panitia menyediakan sekitar 600 lowongan pekerjaan dari berbagai kesempatan kerja yang ditawarkan kepada masyarakat.

Namun, antusiasme pencari kerja ternyata cukup tinggi. Jumlah pendaftar hampir mencapai 1.000 orang. 

Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat Kabupaten Bandung terhadap akses informasi dan kesempatan memperoleh pekerjaan.

KDS pun mengapresiasi partisipasi masyarakat yang begitu tinggi dalam memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Kamari téh kirang langkung disayogikeun 600 lowongan, tapi nu daptar hampir rebuan. Tepuk tangan kanggo warga masyarakat,” ujar KDS.

Ia menjelaskan, capaian penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bandung pada tahun sebelumnya mencapai sekitar 11.800 orang. Sementara untuk tahun 2026, pemerintah daerah berharap jumlah tenaga kerja yang terserap dapat mendekati angka 10.000 orang.

“Taun kamari kaserep 11.800, insyaallah taun ayeuna mendekati kana 10.000-an,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa perluasan kesempatan kerja menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. 

Sebab, ketersediaan lapangan pekerjaan memiliki keterkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan keluarga, pengurangan pengangguran, dan penguatan daya beli masyarakat.

Wayang Golek, Identitas Budaya yang Harus Terus Hidup

Di sisi lain, penempatan pagelaran wayang golek sebagai penutup Bandung Bedas Festival 2026 juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni dan budaya Sunda.

Wayang golek bukan hanya warisan kesenian yang memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung pesan moral, kearifan lokal, serta filosofi kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karena itu, ruang-ruang pertunjukan seperti Bandung Bedas Festival dapat menjadi sarana memperkenalkan kembali kekayaan budaya daerah kepada generasi muda, khususnya kalangan pemuda yang menjadi sasaran utama kegiatan tersebut.

Melalui perpaduan kegiatan seni, budaya, kreativitas pemuda, dan program pemberdayaan ekonomi, festival diharapkan mampu membangun keterlibatan masyarakat secara lebih luas.

Dengan demikian, semangat Bandung Bedas tidak hanya tercermin melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan karakter, pelestarian budaya, peningkatan kualitas manusia, dan terbukanya kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Pagelaran wayang golek yang menutup rangkaian festival tersebut pun menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak harus meninggalkan akar budaya.

Sebaliknya, warisan leluhur dapat terus dihidupkan dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas sekaligus kekuatan sosial masyarakat Kabupaten Bandung. (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600