BeritaEkonomiRagam Daerah

BUMDes Pondok Bangkit Resmi Diluncurkan, Garap Pertanian Bawang Merah dan Jagung di Lahan 6.000 Meter Persegi

139
Lahan BUMDes Pondok Bangkit , desa pondok kelor, kecamatan Sepatan Timur, kabupaten Tangerang.

Kabupaten Tangerang Banten// secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, terus mendorong peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi desa. 

Sejalan dengan kebijakan tahun 2026 yang mewajibkan penyertaan modal minimal 20 persen dari Dana Desa untuk ketahanan pangan, pengembangan UMKM, dan optimalisasi aset lokal, Desa Pondok Kelor resmi meluncurkan BUMDes Pondok Bangkit berbasis sektor pertanian.

Launching BUMDes Pondok Bangkit digelar di lahan pertanian yang berlokasi di Jalan Nyimas Melati, RT 02 RW 03, Desa Pondok Kelor, dengan luas mencapai 6.000 meter persegi. 

Pada tahap awal, BUMDes mengembangkan budidaya bawang merah dan jagung sebagai komoditas unggulan.

Kepala desa Pondok Kelor, kecamatan Sepatan Timur Junaedi S.IP.

Acara tersebut dihadiri oleh Camat Sepatan Timur Miftah Shurito, S.STP., MM., Kepala Desa Pondok Kelor Junaedi, S.IP., Ketua Forum BUMDes Khaerudin, Ketua BUMDes Pondok Bangkit Nani Setiowati, serta sejumlah undangan lainnya.

Kepala Desa Pondok Kelor, Junaedi, menjelaskan bahwa lahan pertanian yang digunakan merupakan tanah milik warga yang disewa oleh pemerintah desa untuk kepentingan pengembangan BUMDes.

“Launching BUMDes ini memanfaatkan lahan seluas 6.000 meter persegi milik warga yang kami sewa. Saat ini kami menanam dua komoditas terlebih dahulu, yaitu bawang merah dan jagung. Sebagian lahan sudah ditanami, sementara sisanya masih dalam tahap penyemaian,” ujar Junaedi di sela kegiatan.

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya lahan tidur di Desa Pondok Kelor yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui BUMDes, lahan tersebut diaktifkan kembali agar bernilai ekonomis sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda.

“Kami ingin memberdayakan lahan tidur sekaligus menyerap tenaga kerja, khususnya anak-anak muda milenial agar mereka lebih produktif dan tidak jenuh,” tambahnya.

Ketua BUMDes Pondok Bangkit Nani Setiowati, Direktur Smartfam Muhamad Obo, camat Sepatan Timur Miftah Shuritho.

Dalam pengelolaannya, BUMDes Pondok Bangkit bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pondok Kelor yang beranggotakan sekitar 10 orang. Sementara itu, bibit tanaman diperoleh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepatan guna memastikan kualitas dan produktivitas hasil pertanian.

Program budidaya bawang merah dan jagung ini juga merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Kami berharap ke depan BUMDes Pondok Bangkit dapat terus berkembang, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat Desa Pondok Kelor,” pungkas Junaedi. (Diana)

Exit mobile version