KesehatanRagam Daerah

Bupati Bandung Tinjau Pelayanan KB MOW-MOP, 490 Akseptor Pecahkan Rekor MURI

11
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, hadir langsung untuk meninjau pelaksanaan pelayanan sekaligus memberikan apresiasi kepada masyarakat yang secara sukarela mengikuti program KB permanen demi mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

Kab Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Bandung kembali memperkuat upaya pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas keluarga melalui pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP). 

Kegiatan yang berlangsung di RSUD Oto Iskandar Di Nata, berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) berkat tingginya jumlah peserta. Rabu (8/7/2026).

Sebanyak 490 akseptor mengikuti pelayanan KB permanen tersebut, terdiri dari 420 peserta MOW dan 70 peserta MOP. 

Program ini merupakan kolaborasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dalduk PPA) Kabupaten Bandung bersama TP PKK Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, hadir langsung untuk meninjau pelaksanaan pelayanan sekaligus memberikan apresiasi kepada masyarakat yang secara sukarela mengikuti program KB permanen demi mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

“Kegiatan ini menargetkan 420 peserta MOW dan 70 peserta MOP. Alhamdulillah pelaksanaan hari ini berhasil mencatatkan Rekor MURI karena jumlah pesertanya sangat banyak,” ujar Dadang.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dadang juga berdialog dengan sejumlah peserta. Ia menyebut mayoritas akseptor telah memiliki empat orang anak atau lebih, bahkan ada peserta yang telah memiliki tujuh anak sehingga dinilai tepat mengikuti program KB permanen.

“Rata-rata mereka sudah memiliki empat anak atau lebih. Bahkan ada yang memiliki tujuh anak. Tentu ini merupakan salah satu program yang sangat baik untuk mendukung terwujudnya keluarga yang lebih berkualitas,” katanya.

Menurut Dadang, keberhasilan pelaksanaan pelayanan KB massal tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari Dalduk PPA Kabupaten Bandung, TP PKK Kabupaten Bandung, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), UPT, hingga kader PKK yang aktif memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Ia pun mengapresiasi seluruh petugas yang telah melakukan sosialisasi serta mengantarkan para calon akseptor hingga mengikuti pelayanan di RSUD Oto Iskandar Di Nata.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PLKB, UPT, dan seluruh kader PKK se-Kabupaten Bandung yang telah membawa calon pasien untuk mengikuti program ini. Mudah-mudahan seluruh tindakan berjalan lancar dan berhasil sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Apih)

Penulis: Apih Igun Ruhiyat Editor: Bama
Exit mobile version