Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiRagam Daerah

Bupati Garut Bidik 18.000 Masjid Jadi Pusat Ekonomi dan Aktivitas Sosial, Anak Muda Disiapkan Ruang Positif

114
×

Bupati Garut Bidik 18.000 Masjid Jadi Pusat Ekonomi dan Aktivitas Sosial, Anak Muda Disiapkan Ruang Positif

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, (tengah) mendorong optimalisasi fungsi masjid agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mendorong optimalisasi fungsi masjid agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, hingga penguatan ekonomi masyarakat. 

Langkah ini sekaligus diharapkan mampu menghadirkan ruang positif bagi generasi muda untuk berkumpul dan beraktivitas secara produktif.

Example 300x600

Komitmen tersebut disampaikan Syakur saat menerima kunjungan kerja dan silaturahmi Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Garut di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Senin (12/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Syakur mengapresiasi inisiatif jajaran pengurus DMI yang ingin memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan masyarakat apabila dikelola secara optimal dan disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan sekitarnya.

“Sehingga kami berpikir bagaimana caranya menjadikan masjid sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat dari semua aspek,” ujar Syakur.

Menurutnya, masjid memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi tempat menjalankan ibadah, masjid dapat berperan sebagai ruang interaksi sosial, pembinaan generasi muda, pengembangan pendidikan agama, serta penggerak berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut akan memulai langkah awal melalui dua tahapan penting, yakni menginventarisasi kondisi masjid dan menggali potensi sosial ekonomi serta keunggulan yang dimiliki masing-masing masjid.

Pendataan tersebut dinilai penting agar pengembangan fungsi masjid dapat dilakukan secara terarah, berdasarkan kondisi riil di lapangan, serta mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Masjid Diharapkan Jadi Ruang Positif bagi Generasi Muda

Tak hanya berorientasi pada penguatan kelembagaan dan pemberdayaan ekonomi, Bupati Garut juga menaruh perhatian terhadap pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman dan produktif bagi generasi muda.

Ia berharap masjid dapat menjadi alternatif ruang berkumpul yang positif bagi anak-anak dan remaja. 

Di tempat tersebut, generasi muda tidak hanya dapat memperdalam ilmu agama, tetapi juga berdiskusi, bersilaturahmi, membangun kebersamaan, serta mengembangkan kegiatan yang bermanfaat.

“Yang pasti ke depan, saya berharap masjid juga akan menjadi tempat masyarakat berkumpul. Saya juga khawatir dengan anak-anak kita yang sering nongkrong tidak karuan. Itu barangkali bisa menjadi tempat menarik alternatif orang untuk bisa berkumpul, diskusi, silaturahmi, dan juga belajar agama,” ungkapnya.

Gagasan ini menempatkan masjid sebagai salah satu ruang pembinaan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dengan pengelolaan yang baik, masjid diharapkan mampu memperkuat nilai kebersamaan sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

DMI Garut Siapkan Inventarisasi Masjid Bersama Kemenag

Sementara itu, Ketua DMI Kabupaten Garut, Raden Aas Kosasih, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi dengan pemerintah daerah sekaligus menyelaraskan langkah dalam pendataan dan inventarisasi tempat ibadah di Kabupaten Garut.

Menurut Aas, koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut menjadi bagian penting untuk memperoleh data yang lebih akurat mengenai jumlah masjid, lokasi, serta kepengurusan masing-masing.

“Sehingga kami dan beliau akan berkoordinasi dengan Kemenag Garut mengenai berapa jumlah pasti, di mana saja lokasinya, serta siapa pengurusnya,” jelas Raden Aas.

Berdasarkan perkiraan sementara, jumlah masjid di Kabupaten Garut mencapai sekitar 18.000 unit.

Angka tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari Masjid Agung di tingkat kabupaten, masjid besar di tingkat kecamatan, masjid jami di tingkat desa, hingga masjid yang berada di lingkungan permukiman warga.

Meski demikian, angka tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. DMI bersama pemerintah daerah dan Kemenag Garut akan melakukan pencocokan data untuk memastikan jumlah, persebaran lokasi, serta identitas pengurus masjid.

Pendataan yang akurat diharapkan menjadi fondasi penting dalam menyusun program pembinaan dan pengembangan masjid secara berkelanjutan.

Kolaborasi Jadi Kunci Optimalisasi Fungsi Masjid

Melalui pertemuan tersebut, Bupati Garut berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara Pemerintah Kabupaten Garut, Kemenag Garut, dan DMI Kabupaten Garut.

Sinergi ketiga unsur tersebut diharapkan tidak berhenti pada pendataan administratif, tetapi juga berlanjut pada upaya mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan jumlah masjid yang diperkirakan mencapai 18.000 unit, Kabupaten Garut memiliki potensi besar untuk mengembangkan jaringan pusat kegiatan masyarakat berbasis masjid. 

Namun, realisasi potensi itu membutuhkan data yang valid, pengelolaan yang baik, serta program yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Jika langkah tersebut berjalan terarah, masjid diharapkan semakin berperan dalam memperkuat kehidupan keagamaan, membangun kepedulian sosial, dan menyediakan ruang kegiatan yang positif bagi masyarakat lintas generasi. (Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600