BeritaBudayaEkonomiGaya hidupInformatikaPropagandaRagam Daerah

Bupati Garut Dorong Akselerasi Pembangunan Garut Selatan, Jagung Jadi Kunci Ekonomi Baru

107
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, (tengah) menegaskan perlunya percepatan pembangunan di wilayah selatan Kabupaten Garut melalui langkah akselerasi yang terencana dan terintegrasi.

Mekarmukti Garut// secondnewsupdate.co.id – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan perlunya percepatan pembangunan di wilayah selatan Kabupaten Garut melalui langkah akselerasi yang terencana dan terintegrasi.

Arahan tersebut disampaikan kepada para kepala desa dari Kecamatan Mekarmukti, Caringin, dan Bungbulang dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Mekarmukti, Senin (23/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Garut Selatan yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, seperti kemiskinan ekstrem, tingginya angka putus sekolah, serta kasus kematian ibu dan anak yang masih memerlukan perhatian serius.

Pariwisata dan Industri Lokal Jadi Solusi Penyerapan Tenaga Kerja

Syakur menekankan bahwa akselerasi pembangunan membutuhkan dukungan pembiayaan besar serta strategi yang tepat sasaran, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tidak harus selalu bertumpu pada industri besar, melainkan dapat memanfaatkan potensi sektor lain seperti pariwisata dan ekonomi berbasis layanan.

“Penyerapan tenaga kerja bisa melalui berbagai sektor, tidak harus selalu industri pabrik. Pariwisata, restoran, dan hotel juga memiliki potensi besar dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Syakur juga menyoroti bahwa sektor pertanian dan peternakan di Garut Selatan selama ini belum memberikan dampak ekonomi optimal. Hal tersebut disebabkan oleh lemahnya hilirisasi, di mana hasil pertanian masih dijual dalam bentuk mentah tanpa proses pengolahan yang memberikan nilai tambah.

Akibatnya, potensi ekonomi lokal belum mampu memberikan kesejahteraan maksimal bagi petani dan masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Syakur mengidentifikasi jagung sebagai komoditas paling strategis untuk dikembangkan saat ini. Jagung memiliki peran penting sebagai bahan baku utama pakan ternak, yang dibutuhkan untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat.

“Jagung menjadi komoditas yang sangat potensial karena memiliki keterkaitan dengan sektor lain, khususnya peternakan. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Garut berencana mengembangkan ekosistem terintegrasi antara pertanian jagung dan peternakan, dengan mengadopsi model yang telah berhasil diterapkan di Blitar, Jawa Timur.

Dalam model tersebut, pabrik pakan ternak, lahan pertanian, dan peternakan berada dalam satu kawasan terintegrasi, sehingga dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing produk.

“Jika ekosistemnya terintegrasi, biaya produksi bisa ditekan. Ini akan berdampak pada harga yang lebih kompetitif dan meningkatkan kesejahteraan petani serta peternak,” ungkapnya.

Targetkan Garut Selatan Jadi Pusat Produksi Pangan Nasional

Melalui strategi integrasi tersebut, Syakur berharap Garut Selatan dapat bertransformasi menjadi pusat produksi pangan yang berdaya saing dan berkontribusi dalam rantai pasok nasional.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, dan secara bertahap menurunkan angka kemiskinan di wilayah selatan Kabupaten Garut.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Komandan Yonif TP 890/GS, Kapten Inf Rahman Nur Rumagia, serta para kepala desa dari wilayah Garut Selatan. (Asan)

Exit mobile version