BeritaKesehatanRagam Daerah

Bupati Garut Resmikan Klinik Utama Armina, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

120
Bupati Garut bersama pengelola, tenaga kesehatan, dan tamu undangan dalam grand opening Klinik Utama Armina, Samarang.

Jawa Barat, Garut l secondnewsupdate.co.id — Komitmen memperkuat akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Garut kembali mendapat dukungan melalui hadirnya fasilitas kesehatan baru. 

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meresmikan Klinik Utama Armina yang berlokasi di Jalan Raya Samarang, Desa Cintarakyat, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Sabtu (22/8/2026).

Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi ibu dan anak. 

Kehadiran Klinik Utama Armina diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya bersama dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Garut.

Syakur menyampaikan apresiasi atas hadirnya Klinik Utama Armina. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pembina Klinik Utama Armina, Helmi Budiman, yang telah mengambil inisiatif menghadirkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurut Syakur, persoalan AKI dan AKB masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara serius. 

Terlebih, terdapat sejumlah wilayah yang masih membutuhkan penguatan akses pelayanan kesehatan, termasuk wilayah Sukakarya di Kecamatan Samarang.

“Karena kita ini masih menghadapi tantangan dalam bidang penurunan AKI/AKB. Di sini juga ada satu wilayah, saya sebut Sukakarya, AKI-nya tinggi dan bayinya tinggi, sehingga kita berharap bahwa ada alternatif bagi masyarakat untuk segera mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Syakur.

Tambah Kapasitas Pelayanan Kesehatan

Bupati menilai keberadaan Klinik Utama Armina tidak sekadar menambah pilihan fasilitas kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas layanan kesehatan di Kabupaten Garut.

Salah satunya melalui ketersediaan fasilitas rawat inap yang diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan terhadap rumah sakit yang selama ini menjadi rujukan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan fasilitas kesehatan swasta sangat dibutuhkan sebagai mitra pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.

Sementara itu, Pembina Klinik Utama Armina, Helmi, menjelaskan bahwa klinik utama memiliki cakupan pelayanan yang lebih luas sesuai dengan regulasi yang berlaku. 

Klinik Utama Armina sendiri telah memenuhi persyaratan minimal dengan menghadirkan dua dokter spesialis.

Salah satu layanan yang menjadi perhatian adalah spesialis anak, khususnya pelayanan yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak.

“Di sini ada spesialis anak, terutama spesialis anak yang lebih khusus ke arah bagaimana menangani tumbuh kembang, karena selama ini penanganan tumbuh kembang di Kabupaten Garut lebih banyak dirujuk ke Bandung,” kata Helmi.

Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat Garut agar tidak selalu harus mendapatkan pelayanan tumbuh kembang anak di luar daerah.

Miliki 18 Tempat Tidur Rawat Inap

Selain pelayanan dokter spesialis, Klinik Utama Armina juga telah menyediakan fasilitas rawat inap dengan kapasitas 18 tempat tidur.

Namun, untuk pelayanan melalui BPJS Kesehatan, pihak klinik masih menjalani proses perizinan dan kerja sama. 

Dengan demikian, layanan BPJS belum tersedia di Klinik Utama Armina saat ini.

“Di sini spesialis dua, karena syarat minimal klinik utama ini dua spesialis. Rawat inap ada. BPJS di Klinik Cisanca, saya belum mendapatkan izin dari BPJS, jadi ini belum BPJS karena proses untuk mendapatkan izin BPJS itu lama. Jadi kalau ini dapat izin juga ada. Di sini ada 18 bed,” ungkap Helmi.

Dinkes: Percepat Akses Pelayanan Masyarakat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, menyambut positif kehadiran Klinik Utama Armina. 

Menurutnya, fasilitas kesehatan baru tersebut berpotensi membantu mengurangi kepadatan pelayanan di sejumlah rumah sakit sekaligus mempercepat masyarakat memperoleh penanganan medis.

Ia menyoroti secara khusus kondisi di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya, Kecamatan Samarang, yang masih menghadapi persoalan tingginya angka kematian bayi.

“Karena di wilayah Kecamatan Samarang sendiri, terutama di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya itu memang kematian bayinya masih cukup tinggi. Sehingga dengan adanya Klinik Armina ini sudah memudahkan, sangat membantu, dan mempercepat pelayanan, karena rumah sakit lainnya kan sudah penuh,” tutur Leli.

Dengan beroperasinya Klinik Utama Armina, pemerintah daerah berharap ekosistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut semakin kuat. 

Kolaborasi antara pemerintah dan fasilitas kesehatan swasta dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis yang cepat, berkualitas, dan mudah dijangkau.

Lebih jauh, kehadiran fasilitas kesehatan dengan layanan spesialis anak dan rawat inap tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Samarang dan wilayah sekitarnya, sekaligus mendukung percepatan penanganan persoalan AKI dan AKB di Kabupaten Garut. (Asan)

Exit mobile version