BeritaEkonomiGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Bupati Garut Tegaskan Pengawasan Distribusi BBM dan Elpiji, Hiswana Migas Siap Jaga Stabilitas Energi

115
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat menghadiri kegiatan halal bihalal dan silaturahmi bersama Hiswana Migas DPC Kabupaten Garut, Kamis (26/3/2026).

Garut//secondnewsupdate.co.id – Komitmen menjaga kestabilan pasokan energi di daerah kembali ditegaskan oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat menghadiri kegiatan halal bihalal dan silaturahmi bersama Hiswana Migas DPC Kabupaten Garut, Kamis (26/3/2026).

Kegiatan yang digelar di Rumah Makan Asep Strawberry ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha energi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana, perwakilan Pertamina, serta para pengusaha di sektor distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji.

Dalam sambutannya, Syakur menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, melainkan forum penting untuk membangun komunikasi yang lebih solid dalam menghadapi tantangan distribusi energi ke depan.

Ia menyoroti pentingnya kolaborasi yang lebih intensif guna memastikan penyaluran BBM dan elpiji berjalan sesuai aturan serta tepat sasaran.

Menurutnya, dinamika kebutuhan energi masyarakat yang terus meningkat menuntut kesiapan semua pihak dalam melakukan langkah antisipatif sejak dini.

“Koordinasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar distribusi energi tetap stabil dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas DPC Kabupaten Garut, Iday Hidayatulloh, menilai kegiatan ini sebagai ruang strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ketahanan energi daerah.

Ia menegaskan bahwa para pelaku usaha, termasuk pengelola SPBU dan agen elpiji, memiliki peran vital sebagai garda terdepan dalam pelayanan energi kepada masyarakat. 

Karena itu, integritas dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Menurutnya, keberhasilan distribusi energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan stok, tetapi juga oleh sistem penyaluran yang transparan, tepat sasaran, dan berkeadilan.

Di sisi lain, perwakilan Pertamina, Jamal Bachtiar, memastikan bahwa kondisi pasokan energi di Kabupaten Garut selama masa arus mudik dan balik Lebaran dalam keadaan aman dan terkendali.

Ia menjelaskan bahwa masa operasional Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri yang berlangsung sejak H-14 hingga H+14 akan berakhir pada 1 April 2026. 

Selama periode tersebut, distribusi BBM dan elpiji di wilayah Garut berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Ke depan, Pertamina membuka ruang koordinasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mendukung berbagai program strategis, khususnya dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

Dengan terbangunnya sinergi yang kuat antara pemerintah, Hiswana Migas, dan Pertamina, diharapkan distribusi energi di Kabupaten Garut dapat terus terjaga, merata, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Asan)

Exit mobile version