BudayaEntertainmentGaya hidupPendidikanPeristiwaUncategorized

Bupati Maesyal Rasyid Dorong Reog Ponorogo dan Debus Banten Jadi Penggerak Ekonomi Desa Sangiang

116
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mendorong pelestarian seni dan budaya lokal agar tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.

Kabupaten Tangerang, Banten | secondnewsupdate.co.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mendorong pelestarian seni dan budaya lokal agar tidak hanya menjadi warisan leluhur, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.

Komitmen tersebut disampaikannya saat membuka Gebyar Seni Budaya Reog Ponorogo dan Debus Banten di halaman Kantor Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah itu menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya Nusantara kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Maesyal mengapresiasi kekompakan dan antusiasme masyarakat Desa Sangiang yang dinilainya memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan potensi lokal.

“Alhamdulillah, saya bangga. Pak lurah dan masyarakat sangat terbuka serta peduli terhadap potensi yang ada di desanya. Ini bagus, ada Reog Ponorogo, tari, silat, dan juga seni budaya lainnya yang disatukan dalam satu tampilan dan terus dilestarikan di Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur ini,” ujar Maesyal.

Menurutnya, penggalian dan pengembangan potensi desa, baik di bidang seni budaya maupun sektor lainnya, perlu dilakukan secara berkelanjutan. 

Selain menjaga warisan leluhur, upaya tersebut dapat membuka peluang ekonomi, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Maesyal menegaskan, seni budaya merupakan aset berharga yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. 

Karena itu, pemerintah desa diharapkan memberikan ruang bagi para pemuda dan pelaku seni untuk terus berkarya serta mengembangkan kreativitasnya.

“Ini merupakan potensi yang harus dilestarikan, dipelihara, dan dirawat bersama. Kegiatan-kegiatan para pemuda dan pelaku seni budaya bisa diwadahi agar turut mendorong roda perekonomian masyarakat Kecamatan Sepatan Timur, khususnya di Desa Sangiang,” ungkapnya.

Ia juga berharap generasi muda semakin aktif mengambil bagian dalam pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Kemajuan zaman, menurutnya, harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai moral, spiritual, serta kecintaan terhadap seni budaya lokal.

Dengan demikian, tradisi yang diwariskan para pendahulu tidak tergerus perkembangan zaman, melainkan tetap hidup dan menjadi identitas masyarakat.

Pemdes Sangiang Perkuat Pelestarian Budaya

Sementara itu, Kepala Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, Komarullah, mengatakan Gebyar Seni Budaya Reog Ponorogo dan Debus Banten menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan dan melestarikan seni budaya yang berkembang di wilayahnya.

Menurut Komarullah, pembangunan desa tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur. Pengembangan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta pelestarian seni dan budaya juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang maju dan berkarakter.

“Kami dari pemerintahan desa tidak hanya fokus terhadap pembangunan infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, tetapi juga terus menguatkan pelestarian seni dan budaya yang membangkitkan gairah pemerintahan desa, serta memelihara cagar budaya maupun seni budaya yang ada,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wadah kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap kekayaan budaya daerah.

Bupati Tinjau Jembatan dan Jalan, Siapkan Pembenahan Infrastruktur

Usai membuka Gebyar Seni Budaya, Maesyal melanjutkan agenda dengan meninjau langsung kondisi jembatan di dekat SMP Negeri 1 Sepatan Timur serta ruas jalan di kawasan Tanah Merah.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk akses anak-anak menuju sekolah.

Maesyal mengakui masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan perhatian dan perbaikan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata dia, akan mengupayakan pembenahan secara bertahap melalui program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Jembatan ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang mau sekolah ke SMP Negeri 1 Sepatan Timur. Tadi sudah saya lihat, memang ada yang dalam proses pembangunan. Ada juga beberapa titik lagi yang ke depan harus kita perbaiki. Insyaallah nanti akan kita programkan untuk bisa dibangun sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan pentingnya pembangunan yang berjalan beriringan antara pelestarian budaya dan pembenahan infrastruktur. 

Keduanya diharapkan mampu memperkuat identitas lokal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Desa Sangiang dan Kecamatan Sepatan Timur secara berkelanjutan. (Dia)

Penulis: Dimana Editor: Bama
Exit mobile version