EkonomiRagam DaerahSosialTeknologi

Bupati Tangerang Dorong Jaga Pangan, 1.000 Ayam Petelur Jadi Motor Ekonomi Desa

976
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid (kiri) memberikan apresiasi terhadap kolaborasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama Kejaksaan Agung RI dalam merealisasikan program Jaga Pangan tersebut.

Banten, Tangerang l secondnewsupdate.co.id — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat desa mulai digerakkan Pemerintah Kabupaten Tangerang. 

Salah satunya melalui pengembangan unit usaha ayam petelur yang diproyeksikan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memberikan apresiasi terhadap kolaborasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) bersama Kejaksaan Agung RI dalam merealisasikan program Jaga Pangan tersebut.

Apresiasi itu disampaikan Maesyal saat menghadiri serah terima bantuan unit usaha Ayam Petelur Bahagia di Puskagro, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/8/2026).

Bantuan yang diserahkan berupa kandang serta 1.000 ekor ayam petelur. Program ini dinilai bukan sekadar bantuan peternakan, tetapi menjadi langkah konkret untuk membangun kemandirian pangan sekaligus memperkuat roda perekonomian masyarakat di tingkat desa.

Menurut Maesyal, pengembangan peternakan ayam petelur memiliki prospek strategis karena hasil produksinya dapat diserap dalam rantai pasok kebutuhan pangan masyarakat.

Telur yang dihasilkan nantinya berpeluang dipasarkan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), termasuk KDMP Sarakan dan koperasi desa lainnya.

Dengan pola tersebut, produksi masyarakat memiliki pasar sekaligus menciptakan perputaran ekonomi yang lebih terukur.

“Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi desa serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan,” ujar Maesyal.

Tak Berhenti di Ayam, Tangerang Siapkan Budidaya Ikan

Pemkab Tangerang juga menyiapkan pengembangan kawasan tersebut agar tidak hanya bergantung pada satu komoditas. 

Selain peternakan ayam petelur, kawasan itu dirancang untuk dikembangkan menjadi sentra opangan terpadu, termasuk budidaya ikan menggunakan sistem bioflok.

Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan, mulai dari akses jalan, pagar pengamanan, pos jaga, gudang hingga sarana air bersih.

Konsep tersebut diharapkan membuat program Jaga Pangan berkembang menjadi ekosistem usaha yang mampu menghasilkan pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Program Jaga Pangan ini tidak berhenti pada ternak ayam bertelur. Nanti juga akan mulai dikembangkan ternak ikan. Jadi ini kita bangun sebagai sebuah ekosistem ketahanan pangan yang dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat,” kata Maesyal.

Ia menegaskan, Pemkab Tangerang terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat. 

Pemerintah daerah akan terus menggandeng pemerintah pusat, pemerintah provinsi, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha maupun pemangku kepentingan lainnya.

Kejaksaan Agung: Desa Harus Jadi Pusat Perputaran Ekonomi

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Reda Mantovani mengatakan, bantuan peternakan ayam tersebut merupakan salah satu implementasi program Jaga Pangan yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa.

Kabupaten Tangerang dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan karena dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan konsep tersebut dalam skala yang lebih luas.

Reda mengatakan, program itu dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi ikut terlibat dalam kegiatan produktif yang menghasilkan pendapatan.

Menurutnya, pengembangan peternakan ayam akan dilanjutkan dengan budidaya ikan sistem bioflok. Kelompok masyarakat, termasuk unsur Perlindungan Masyarakat (Linmas), dapat dilibatkan dalam pengelolaan sekaligus pengamanan kawasan.

“Jadi mereka bisa eksis dan diberi tugas menjaga lingkungan, sekaligus kita berikan kegiatan produktif. Nanti ada peternakan ikan bioflok,” ungkap Reda.

Hasil Ternak Bisa Masuk ke Dapur Penyedia Makanan

Reda menilai keberhasilan program tidak cukup hanya dilihat dari jumlah ayam atau ikan yang dibudidayakan. 

Yang lebih penting adalah memastikan produk tersebut memiliki pasar sehingga aktivitas produksi benar-benar menciptakan perputaran ekonomi.

Salah satu peluang pasar yang dibidik adalah dapur penyedia makanan. 

Produk telur dan ikan dari kelompok masyarakat dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan pangan sehingga terbentuk rantai ekonomi dari produksi hingga pemasaran.

“Kalau hasil peternakan ayam ataupun ikan bisa dijual ke dapur, maka sudah ada perputaran ekonomi di desa-desa,” jelasnya.

Konsep tersebut, lanjut Reda, sejalan dengan gagasan pembangunan yang menempatkan desa sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Ia berharap model Jaga Pangan di Kabupaten Tangerang dapat berjalan konsisten, dievaluasi, kemudian dikembangkan ke wilayah lain yang memiliki potensi serupa.

Dengan hadirnya peternakan ayam petelur, rencana budidaya ikan bioflok, dukungan infrastruktur dan akses pasar, program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni bantuan. 

Sebaliknya, Jaga Pangan di Tangerang ditargetkan tumbuh menjadi mesin ekonomi baru yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat desa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kejaksaan Agung RI, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten beserta jajaran, Gubernur Banten Andra Soni, Kepala Kejaksaan Negeri, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). (Dia)

Exit mobile version