BeritaLingkungan HidupRagam Daerah

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Siaga Hadapi Kemarau, Instruksikan Antisipasi Dini dan Jaga Kondusivitas Jelang HUT ke-81 RI

1510
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid (tengah) menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kecamatan, desa, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memperkuat langkah antisipasi dini terhadap dampak kekeringan sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Banten, Kab Tangerang l secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang bergerak cepat menghadapi ancaman musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kecamatan, desa, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memperkuat langkah antisipasi dini terhadap dampak kekeringan sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Instruksi tersebut disampaikan Maesyal saat memimpin Rapat Forkopimda Kabupaten Tangerang yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (6/8/2026). 

Pertemuan tersebut membahas strategi lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau, potensi krisis air bersih, hingga upaya menjaga kondusivitas wilayah di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang perayaan kemerdekaan.

Maesyal juga menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, perangkat kecamatan, pemerintah desa, hingga seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus meminimalkan dampak bencana kekeringan.

“Pak camat saya minta terus berkoordinasi dengan Pak Kapolsek, Pak Danramil, serta para kepala desa untuk memonitor kondisi masyarakat di wilayah masing-masing. Jika ada informasi atau isu yang berpotensi mengganggu kondusivitas, segera lakukan pendekatan dan komunikasi yang baik kepada masyarakat,” tegasnya.

Foto bersama Bupati Tangerang Mochamad Mesyal Rasyid (tengah) didampingi Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah (Kanan) dan jajaran Forkopimda serta Kecamatan se Kabupaten Tangerang usai acara

Menurutnya, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat rasa persatuan, nasionalisme, dan penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.

“Agustusan harus menjadi renungan dan kebanggaan kita dalam mengenang perjuangan para pahlawan, jangan dijadikan momentum untuk hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban,” ujarnya.

Waspadai Kemarau Panjang, 12 Kecamatan Masuk Zona Rawan

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat 12 kecamatan di Kabupaten Tangerang yang masuk kategori waspada akibat curah hujan yang sangat rendah. 

Wilayah tersebut meliputi Balaraja, Cisoka, Kresek, Kronjo, Mauk, Pakuhaji, Rajeg, Sepatan, Sindang Jaya, Sukadiri, Sukamulya, dan Teluknaga.

Mayoritas wilayah di bagian utara Kabupaten Tangerang ditandai warna cokelat pada peta prakiraan curah hujan BMKG, yang menunjukkan potensi minim hujan hingga akhir Oktober 2026.

BMKG juga mencatat sejak 17 Juni hingga 2 Agustus 2026 atau selama 46 hari, sejumlah wilayah tersebut tidak mengalami hujan.

Bahkan, puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026. 

Untuk mengurangi dampak kekeringan, BMKG berencana melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Maesyal meminta seluruh camat segera mengidentifikasi potensi permasalahan di wilayah masing-masing, mulai dari ancaman krisis air bersih, meningkatnya polusi debu, hingga kemungkinan terjadinya retakan tanah yang dapat memicu bencana saat musim hujan tiba.

“Khusus penanganan kekurangan air bersih, saya minta segera disiapkan Surat Keputusan Bupati tentang penanganan dampak El Nino. BPBD menjadi koordinator penanganan di lapangan dan berkoordinasi dengan PDAM, Pertamina maupun instansi terkait lainnya agar distribusi air bersih kepada masyarakat berjalan optimal,” tegasnya.

Ia juga menginstruksikan seluruh camat agar segera melaporkan setiap perkembangan kondisi di lapangan kepada BPBD sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Wabup Intan Minta Pembakaran Liar Dihentikan

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah turut mengingatkan seluruh camat agar meningkatkan pengawasan terhadap maraknya pembakaran sampah dan lahan secara liar yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan minim hujan membuat risiko kebakaran semakin tinggi, terutama di wilayah yang selama ini masih ditemukan praktik pembakaran terbuka seperti Kecamatan Sindang Jaya dan Rajeg.

“Kondisi kemarau membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Saya minta para camat terus melakukan monitoring, khususnya di wilayah yang masih sering terjadi pembakaran liar seperti Sindang Jaya dan Rajeg. Berikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap kolaborasi erat antara Forkopimda, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, BPBD, serta seluruh elemen masyarakat mampu menjaga Kabupaten Tangerang tetap aman, kondusif, dan tangguh menghadapi tantangan musim kemarau, sekaligus memastikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat persatuan. (Dia)

Penulis: DianaEditor: Bama
Exit mobile version