BeritaInformatikaPolitik

Bupati Tangerang Temui Gubernur DKI, Sinergi Jabodetabek Diperkuat dari Sampah hingga MRT

974
Dari kiri ke kanan, Bupati Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, Gubernur Provinsi Banten Andra Soni, Gubernur DKi, Pramono Anung, dan walikota Tangerang, H. Sachrudin foto bersama usai melakukan pertemuan

Jakarta/ secondnewsupdate.co.id — Komitmen memperkuat pembangunan kawasan aglomerasi Jabodetabek kembali ditegaskan dalam pertemuan strategis antara Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Gubernur Banten Andra Soni di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pertemuan lintas wilayah tersebut membahas berbagai agenda strategis yang berkaitan langsung dengan masa depan kawasan metropolitan, mulai dari pemanfaatan aset daerah, pengendalian banjir, pengelolaan sampah, hingga pengembangan transportasi massal terintegrasi.

Dalam forum itu, Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi atas langkah kolaboratif yang dibangun antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta Pemerintah Kota Tangerang.

Menurutnya, sinergi antarwilayah menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks.

Gubernur Provinsi Banten Andra Soni (kiri) Bupati Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid (tengah) dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung (membelakangi kamera) saat berbincang-bincang dengan serius

Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah rencana pemanfaatan lahan milik Pemprov DKI Jakarta seluas 95 hektare di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Kawasan tersebut disiapkan untuk mendukung berbagai program strategis yang diharapkan berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.

Maesyal Rasyid menjelaskan, sebagian lahan telah dimanfaatkan untuk fasilitas lembaga pemasyarakatan, sementara sisanya dirancang untuk pengembangan sektor pertanian, kawasan hunian, hingga infrastruktur pendukung berupa tandon air.

“Harapannya lahan ini tidak hanya menjadi aset tidur, tetapi benar-benar memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia memaparkan, sekitar 38 hektare direncanakan untuk pengembangan pertanian dan sekitar 47 hektare untuk kawasan pemukiman terpadu. Pemerintah daerah juga akan menindaklanjuti pembahasan teknis bersama perangkat daerah terkait agar pemanfaatan lahan berjalan optimal.

Selain persoalan tata ruang, pertemuan tersebut turut membahas penanganan sejumlah isu perkotaan yang selama ini menjadi tantangan bersama di kawasan Jabodetabek, terutama pengelolaan sampah dan pengendalian banjir.

Gubernur Banten Andra Soni menilai hubungan antara Jakarta dan Banten merupakan hubungan strategis yang saling bergantung. Karena itu, kolaborasi antardaerah dinilai harus diperkuat melalui langkah konkret dan berkelanjutan.

Ia menyebutkan, salah satu fokus utama kerja sama adalah pembangunan sistem pengelolaan sampah modern melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa yang masuk dalam program strategis nasional.

Tiga pejabat Walikota Tangerang H. Sachrudin (kiri) Bupati Kabupaten Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, Gubernur Provinsi Banten Andra Soni dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung

Selain itu, pembahasan juga mengerucut pada rencana pembangunan embung besar di wilayah Tangerang Raya.

Infrastruktur tersebut nantinya diharapkan mampu mengurangi risiko banjir sekaligus menjadi sumber cadangan air baku bagi masyarakat.

Di sektor transportasi, pengembangan jaringan Mass Rapid Transit (MRT) menuju Tangerang juga kembali menjadi pembahasan penting. Proyek tersebut masih berada dalam tahap kajian teknis dan diharapkan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat antarwilayah di kawasan metropolitan.

Pertemuan ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antar pemerintah daerah demi mewujudkan kawasan Jabodetabek yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. (Dia)

Exit mobile version