BeritaInformatikaRagam DaerahSosial

Bupati Tangerang Tinjau Banjir Cisoka, Jembatan Nyompok Girang Terendam Luapan Sungai Cidurian

2360
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid (kanan baju biru) naik perahu karet dari BPBD, mengontrol lokasi banjir

Kabupaten Tangerang//secondnewsupdate.co.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Nyompok Girang, Desa Nyompok Girang, Kecamatan Cisoka, Jumat (23/1/2026). 

Banjir tersebut mengakibatkan akses warga terputus setelah jembatan penghubung terendam luapan anak Sungai Cidurian.

Dalam kunjungan lapangan itu, Bupati didampingi Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, unsur BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Camat Cisoka, serta Kepala Desa setempat. 

Selain memastikan kondisi lapangan, rombongan juga menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid saat menjelaskan kepada masyarakat akibat terjadinya banjir tersebut

Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan, curah hujan tinggi dengan durasi panjang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit Sungai Cidurian meningkat signifikan hingga meluap dan menenggelamkan jembatan yang telah berusia belasan tahun tersebut.

“Curah hujan cukup tinggi dan berlangsung lama. Dampaknya, Sungai Cidurian meluap dan jembatan ini terendam, sehingga aktivitas masyarakat terhenti karena akses utama tidak bisa dilalui,” ujar Maesyal Rasyid di lokasi.

Sebagai langkah penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Tangerang langsung menyalurkan bantuan kebutuhan pokok serta menyiagakan posko kesehatan. 

Hal ini dilakukan karena warga kesulitan beraktivitas akibat terputusnya akses transportasi.

“Masyarakat kesulitan berbelanja dan beraktivitas. Karena itu kami hadir bersama BPBD membawa logistik serta layanan kesehatan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” ungkapnya.

Rencana Jangka Panjang: Jembatan Akan Ditinggikan

Untuk solusi jangka panjang, Pemkab Tangerang merencanakan pembangunan ulang jembatan dengan elevasi lebih tinggi dan sejajar dengan jalan permukiman agar tetap bisa dilalui saat banjir.

“InsyaAllah jembatan akan kita bangun dengan ketinggian yang sama dengan jalan lingkungan. Mudah-mudahan pada tahun 2026 ini pembangunannya bisa segera direalisasikan,” jelas Bupati.

Selain infrastruktur, Pemkab Tangerang juga memastikan bantuan bagi petani, khususnya lahan sawah yang terendam banjir hingga mengalami puso.

“Dinas Pertanian akan mendata dan membantu kelompok tani yang terdampak, terutama sawah yang terendam air,” tambahnya.

Menghadapi kondisi cuaca ekstrem, Bupati mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas, terutama saat melintasi area banjir.

“Untuk sementara, perahu kita siagakan. Saya imbau aktivitas dilakukan pagi hingga sore hari dan menghindari perjalanan malam demi keselamatan,” tegasnya.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid siap-siap akan menaiki perahu karet untuk memantau banjir di Kampung Nyompok Girang, Desa Nyompok Girang, Kecamatan Cisoka, Jumat (23/1/2026).

Sementara itu, Plh. Sekda Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menegaskan bahwa struktur jembatan tidak rusak. Akses terputus murni karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air saat luapan terjadi.

“Perlu kami luruskan, jembatannya tidak putus atau rusak. Akses terhenti karena jembatan terendam air ketika sungai meluap,” jelas Iwan.

Ia menambahkan, anggaran pembangunan jembatan baru dengan elevasi lebih tinggi telah dialokasikan pada APBD 2026, sehingga kejadian serupa diharapkan tidak terulang.(Diana)

Exit mobile version