Kab Tangerang Banten/ secondnewsupdate.co.id– Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Sumber Daya Air (UPTD SDA) Wilayah 6 mulai melakukan normalisasi saluran pembuang Apur Bojong Renged di Desa Rawa Burung, RT 08 RW 04, Kecamatan Kosambi.
Kegiatan pengerukan sedimentasi ini telah dimulai sejak Minggu, 26 April 2026, dengan mengerahkan alat berat excavator PC 75 guna membersihkan endapan lumpur yang menghambat aliran air di saluran tersebut.
Kepala UPTD SDA Wilayah 6, H. Suhanda, menjelaskan kondisi saluran saat ini mengalami pendangkalan cukup parah akibat sedimentasi lumpur mencapai kedalaman sekitar 1 meter.

“Sedimentasi yang cukup tinggi membuat kapasitas tampung air berkurang dan aliran menjadi terhambat. Jika tidak segera dilakukan pengerukan, kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir di kemudian hari,” ujar Suhanda, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, normalisasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran agar bekerja optimal, terutama dalam mengantisipasi luapan air saat curah hujan tinggi.
Selain sedimentasi lumpur, pihaknya juga membersihkan penyempitan saluran akibat sampah apung dan gulma liar yang selama ini menjadi penghambat aliran air.
“Saluran pembuang ini sangat penting bagi lingkungan sekitar. Karena itu, normalisasi dilakukan agar aliran air kembali lancar dan tidak meluap ke kawasan permukiman warga,” katanya.
Dalam pekerjaan tersebut, volume pengerukan lumpur ditargetkan mencapai 1.100 meter kubik. Seluruh proses dilakukan dengan pengukuran teknis serta pengawasan berkala oleh tenaga lapangan dari UPTD SDA.
Adapun material hasil pengerukan atau disposal sedimentasi rencananya akan dimanfaatkan sebagai penguat tanggul sekaligus badan jalan di sekitar lokasi.
Dengan adanya normalisasi ini, pemerintah berharap risiko genangan maupun banjir di wilayah Kecamatan Kosambi, khususnya sekitar Bojong Renged dan Desa Rawa Burung, dapat ditekan secara maksimal.
(Dia)
















