Cimahi//secondnewsupdate.co.id –Ancaman penyakit Tuberkulosis (TB) masih menjadi perhatian serius di berbagai daerah.
Untuk menekan penyebaran sekaligus mempercepat penemuan kasus, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan menggelar skrining TB bagi aparatur sipil negara (ASN).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung B Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, dengan melibatkan 100 pegawai dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Para peserta menjalani serangkaian pemeriksaan mulai dari penjaringan gejala, pemeriksaan klinis, hingga pemeriksaan menggunakan perangkat portable X-ray guna mendukung deteksi dini Tuberkulosis di lingkungan kerja.
Hasilnya, sebanyak 50 peserta teridentifikasi sebagai kontak erat dengan pasien TB. Seluruhnya telah mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) sebagai langkah antisipasi agar infeksi tidak berkembang menjadi TB aktif.
Skrining ini merupakan bagian dari strategi Active Case Finding (ACF), yakni pendekatan penemuan kasus secara aktif dengan menjangkau kelompok masyarakat secara langsung, termasuk di lingkungan perkantoran.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menegaskan bahwa TB masih menjadi penyakit menular yang berpotensi menyebar luas jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.
“Deteksi dini tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga perlu diperluas ke berbagai lingkungan, termasuk tempat kerja. Melalui skrining ini, diharapkan kasus TB dapat ditemukan lebih cepat sehingga pengobatan bisa segera dilakukan dan penularan dapat dicegah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengendalian TB tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kota Cimahi berencana melanjutkan kegiatan skrining pada 30 dan 31 Maret 2026 dengan menyasar pegawai di perangkat daerah lainnya.
Selain skrining TB, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis, meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, pemeriksaan gula darah dan kolesterol, serta konsultasi faktor risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan hipertensi.
Melalui kegiatan ini, pegawai yang terindikasi memiliki gejala TB akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi aparatur pemerintah agar lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan kerja.
Upaya pengendalian TB yang dilakukan secara konsisten ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (Bagdja)
