Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co id — Nama Kota Cimahi kembali berkibar di panggung olahraga Jawa Barat.
Tim Cimahi Berkibar sukses menunjukkan kualitas dan mental juaranya dalam ajang West Java Open Taekwondo 2026 dengan memborong 21 medali, terdiri atas 3 emas, 6 perak, dan 12 perunggu.
Capaian tersebut sekaligus mengantarkan Cimahi Berkibar menempati peringkat ke-9 klasemen perolehan medali dari puluhan kontingen yang ambil bagian dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Prestasi ini bukan sekadar angka dalam daftar klasemen. Raihan 21 medali menjadi gambaran nyata bahwa pembinaan taekwondo di Kota Cimahi terus bergerak, berkembang dan mulai menunjukkan daya saing yang semakin kuat di level Jawa Barat, nasional, bahkan internasional.
Di bawah kepemimpinan Ketua Taekwondo Kota Cimahi Firaldi Akbar, prestasi demi prestasi terus ditorehkan.
West Java Open 2026 pun menjadi salah satu panggung penting untuk mengukur sejauh mana hasil pembinaan atlet Cimahi mampu bersaing menghadapi kontingen-kontingen terbaik lainnya.
Tiga Hari, 21 Medali Dipersembahkan Atlet Cimahi
Perjuangan kontingen Cimahi Berkibar dimulai pada Jumat, 14 Agustus 2026. Sejak hari pertama, para atlet langsung menunjukkan performa kompetitif.
Adri Noval membuka keran emas dengan meraih juara pada kategori Cadet U61 Putra.
Sementara Qaireen menyumbangkan medali perak pada kategori PCB U24 Putri, sedangkan Dio membawa pulang perunggu dari kategori PCB U22 Putra.
Performa para atlet Cimahi semakin menggila pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Sebanyak 10 medali berhasil dikoleksi dalam satu hari pertandingan.
Tiga medali emas dipersembahkan Bani pada kategori Junior U48 Putra, Erlangga pada PCC U40 Putra, serta Keyra pada PCC U26 Putri.
Medali perak kemudian diraih M. Najwan Shofa pada PCC U26 Putra dan Lutfie Dzaky pada PCC U46 Putra.
Sementara itu, medali perunggu dipersembahkan Fabian pada Junior U55 Putra, Isa pada Junior O78 Putra, Rayya pada Junior O68 Putri, M. Dzaky Elfath pada Cadet U46 Putra, serta Arika pada PCC U37 Putri.
Puncak perjuangan berlangsung pada Minggu, 16 Agustus 2026. Mental bertanding para atlet Cimahi kembali diuji dalam persaingan ketat berbagai kategori.
Hendro berhasil mengamankan medali perak pada Senior U63 Putra. Medali perunggu masing-masing dipersembahkan Bintang pada Senior U68 Putra, Gema pada Senior O87 Putra, dan Kiran pada Junior U46 Putri.
Pada nomor individual, Fahri meraih perunggu pada Individual Junior Putra, Satria perunggu pada Individual Senior Putra, Hasan perunggu pada Freestyle Individual Junior Putra, serta Shaskia perunggu pada Freestyle Individual Senior Putri.
Tak berhenti di nomor individual, prestasi juga datang dari nomor pasangan dan beregu. Satria dan Margaret sukses meraih perak pada nomor Pair Junior.
Sementara Margaret, Reyma dan Sylvia mempersembahkan medali perak dari nomor Beregu Putri.
Dengan demikian, tiga hari perjuangan tersebut ditutup dengan torehan 3 emas, 6 perak dan 12 perunggu atau total 21 medali.
Cimahi Berkibar, Bukti Pembinaan Tak Sekadar Wacana
Manager Sabeum Pei Sarpras Taekwondo Kota Cimahi, M. Rifai, menilai raihan 21 medali di West Java Open 2026 merupakan buah dari proses panjang yang tidak lahir secara instan.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, perjalanan Team West Java Open secara resmi ditutup pada Minggu, 16 Agustus 2026. Namun, torehan prestasi yang dibawa pulang para atlet Cimahi menjadi catatan penting bagi perjalanan pembinaan olahraga di Kota Cimahi,” jelas Rifai.
Menurutnya, setiap medali memiliki cerita tersendiri. Ada proses latihan, disiplin, pengorbanan, keberanian, strategi serta mental bertanding yang harus dibangun secara konsisten.
Karena itu, capaian 3 emas, 6 perak dan 12 perunggu tidak semata-mata harus dilihat dari jumlah medalinya.
Lebih jauh, prestasi tersebut menjadi indikator bahwa ekosistem pembinaan taekwondo di Kota Cimahi mulai berjalan dengan arah yang semakin jelas.
“Ini bukan sekadar mengejar prestasi sesaat, tetapi bagaimana membangun sistem pembinaan berkelanjutan sehingga semakin banyak atlet Cimahi mampu menembus kompetisi regional, nasional bahkan internasional,” tutur Rifai.
Masuk 10 Besar, Cimahi Mulai Diperhitungkan
Dalam klasemen West Java Open Taekwondo 2026, Cimahi Berkibar menempati posisi kesembilan dengan koleksi 21 medali.
Posisi teratas ditempati Bogor City dengan 18 emas, 6 perak dan 11 perunggu atau total 35 medali.
Di posisi kedua terdapat Legion Team dengan 11 emas, 5 perak dan 9 perunggu. Sedangkan Bekasi Satu berada di posisi ketiga dengan 9 emas, 11 perak dan 11 perunggu.
Di tengah ketatnya persaingan tersebut, Cimahi mampu menembus jajaran 10 besar. Yang lebih penting, medali diperoleh dari berbagai kelompok usia serta nomor pertandingan.
Hal itu menjadi sinyal positif bahwa regenerasi atlet Taekwondo Cimahi tidak bertumpu pada satu atau dua nama saja.
Firaldi Akbar: Prestasi Cimahi Terus Menanjak
Ketua Taekwondo Kota Cimahi Firaldi Akbar menegaskan bahwa capaian di West Java Open 2026 merupakan bagian dari perjalanan panjang pembinaan yang terus dibangun sejak kepengurusannya.
Menurut Firaldi, perkembangan prestasi Taekwondo Cimahi terlihat cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Untuk perolehan medali secara keseluruhan sejauh ini sudah cukup banyak. Salah satu pencapaian yang paling terlihat dan signifikan adalah di ajang POPDA 2025 kita meraih satu emas,” ungkap Firaldi.
Ia menjelaskan, sejak dirinya memimpin Taekwondo Kota Cimahi pada Mei 2025, terjadi peningkatan posisi yang cukup mencolok dalam persaingan antarkabupaten/kota di Jawa Barat.
Pada BK Porprov akhir 2025, posisi Taekwondo Kota Cimahi yang sebelumnya berada di peringkat belasan bahkan puluhan berhasil terdongkrak hingga peringkat keempat tingkat kabupaten/kota se-Jawa Barat.
“Ini tentu menjadi indikator bahwa pembinaan yang kita lakukan mulai menunjukkan hasil. Tetapi bagi kami, prestasi tersebut bukan tujuan akhir,” tegasnya.
Bukan Hanya Kyorugi dan Poomsae, Freestyle Mulai Berkembang
Transformasi pembinaan juga terlihat dari semakin luasnya nomor pertandingan yang dikembangkan.
Jika sebelumnya pembinaan di Pengcab Kota Cimahi dan Pelatcab lebih banyak berfokus pada Kyorugi dan Poomsae, kini kategori Freestyle mulai mendapat perhatian lebih serius.
Firaldi menyebut, kategori freestyle sebelumnya memang sudah pernah diikuti atlet Cimahi. Namun ketika itu jumlah atlet yang terlibat masih sangat terbatas.
Kini, perkembangan atlet freestyle di Kota Cimahi menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
“Pertumbuhan atlet untuk kategori freestyle di seluruh Kota Cimahi sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ujarnya.
Perluasan nomor tersebut dinilai penting karena memberikan ruang lebih besar bagi atlet untuk mengembangkan potensi sesuai karakter dan keunggulan masing-masing.
Dari Cimahi Menuju Nasional dan Internasional
Prestasi Taekwondo Cimahi juga tidak berhenti pada kompetisi tingkat kota maupun Jawa Barat.
Sejumlah atlet telah menorehkan prestasi di berbagai level, mulai tingkat daerah, provinsi, nasional hingga internasional.
Salah satu pencapaian yang menjadi kebanggaan adalah keberhasilan atlet Cimahi meraih juara pertama dalam ajang internasional di Thailand pada 2025 untuk kategori Poomsae Pair.
Pencapaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa regenerasi atlet Taekwondo Cimahi memiliki prospek yang sangat positif.
Kepercayaan terhadap kualitas atlet Cimahi juga tercermin dari keterlibatan sejumlah atlet dalam berbagai agenda tingkat Jawa Barat maupun nasional.
Beberapa atlet Cimahi aktif mengikuti seleksi Kejuaraan Nasional sebagai bagian dari perwakilan Jawa Barat hingga dipercaya ambil bagian dalam tim demonstrasi pada program kerja resmi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).
“Keikutsertaan atlet-atlet Cimahi di level Jawa Barat bahkan pusat ini menjadi bukti nyata adanya kepercayaan terhadap potensi dan kualitas atlet kita di Kota Cimahi,” kata Firaldi.
Masuk 10 Besar, Cimahi Mulai Diperhitungkan
Dalam klasemen West Java Open Taekwondo 2026, Cimahi Berkibar menempati posisi kesembilan dengan koleksi 21 medali.
Posisi teratas ditempati Bogor City dengan 18 emas, 6 perak dan 11 perunggu atau total 35 medali.
Di posisi kedua terdapat Legion Team dengan 11 emas, 5 perak dan 9 perunggu. Sedangkan Bekasi Satu berada di posisi ketiga dengan 9 emas, 11 perak dan 11 perunggu.
Di tengah ketatnya persaingan tersebut, Cimahi mampu menembus jajaran 10 besar. Yang lebih penting, medali diperoleh dari berbagai kelompok usia serta nomor pertandingan.
Hal itu menjadi sinyal positif bahwa regenerasi atlet Taekwondo Cimahi tidak bertumpu pada satu atau dua nama saja.
Target Firaldi: Cimahi Jadi Barometer Taekwondo Jawa Barat
Firaldi Akbar menegaskan, tantangan terbesar ke depan bukan hanya memperbanyak jumlah atlet, tetapi memastikan kualitas pembinaan meningkat secara berkelanjutan.
Ia berharap Taekwondo Kota Cimahi dapat berkembang menjadi barometer pembinaan taekwondo terbaik di Jawa Barat.
“Fokus utama kita bukan sekadar mencetak atlet dalam jumlah yang banyak, melainkan membangun kualitas atlet yang berdaya saing tinggi,” kata Firaldi.
Ia ingin Kota Cimahi memiliki ekosistem taekwondo yang unggul dan solid dari berbagai aspek, mulai pembinaan karakter, kualitas latihan, fasilitas, tata kelola organisasi hingga konsistensi prestasi.
“Harapan saya ke depan, Taekwondo Kota Cimahi dapat menjadi barometer serta tolok ukur pembinaan olahraga taekwondo terbaik di Jawa Barat,” tegasnya.
Menurut Firaldi, pembangunan prestasi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.
Atlet bukan hanya dituntut memiliki kemampuan teknik dan fisik, tetapi juga kedisiplinan, sportivitas, mental tangguh serta kemampuan membawa nama baik Kota Cimahi.
West Java Open Taekwondo 2026 akhirnya ditutup dengan catatan manis bagi Cimahi Berkibar.
21 medali, peringkat kesembilan, serta munculnya atlet-atlet dari berbagai kategori menjadi bukti bahwa Taekwondo Cimahi sedang bergerak menuju level persaingan yang lebih tinggi.
Namun, bagi jajaran pengurus, pelatih dan atlet, capaian tersebut bukanlah garis akhir.
Justru dari 21 medali itulah tantangan baru dimulai.
Cimahi kini memiliki pekerjaan besar untuk mempertahankan tren positif, meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat regenerasi dan membawa lebih banyak atlet menuju panggung nasional hingga internasional.
Cimahi Berkibar bukan sekadar nama sebuah kontingen.
Ia menjadi simbol semangat, kerja keras dan tekad untuk mengibarkan nama Kota Cimahi melalui prestasi olahraga.
West Java Open 2026 boleh berakhir. Tetapi perjuangan Taekwondo Cimahi untuk menjadi kekuatan utama Jawa Barat baru saja dimulai.
Cimahi berkibar, prestasi menyala, dan nama Kota Cimahi semakin diperhitungkan di arena taekwondo. (Bagdja)
















