BeritaKesehatanRagam Daerah

CKG dan Rontgen Gratis Sasar 200 Warga Sindangsari, Deteksi Dini TBC Diperkuat

115
Deteksi lebih dini, cegah lebih jauh. Warga Desa Sindangsari antusias mengikuti CKG dan pemeriksaan rontgen untuk skrining TBC.

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Upaya memperkuat deteksi dini Tuberkulosis (TBC) terus dilakukan di Kabupaten Garut. Sebanyak sekitar 200 warga menjadi sasaran program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan pemeriksaan rontgen di Desa Sindangsari, Kecamatan Cigedug, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan UPT Puskesmas Sukahurip sebagai bagian dari program pencegahan sekaligus skrining TBC di tengah masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah kerja Desa Sindangsari.

Penanggung jawab kegiatan UPT Puskesmas Sukahurip, Aji, mengatakan pemeriksaan diprioritaskan bagi masyarakat yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC, mengalami gejala yang mengarah pada TBC, maupun warga yang sebelumnya telah terdata oleh kader Posyandu dan programmer TBC.

“Ini program dari Kementerian Kesehatan dan sifatnya gratis. Sasarannya terutama masyarakat yang memiliki kontak dengan pasien TBC, yang mempunyai gejala, maupun yang sudah terdata oleh kader Posyandu atau programmer,” ujar Aji saat ditemui di Desa Sindangsari, Kamis (24/9/2026).

Menurut Aji, pelaksanaan pemeriksaan dilakukan secara bertahap berdasarkan jadwal yang ditetapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Program serupa juga telah digelar di sejumlah desa lain di wilayah Kecamatan Cigedug.

“Untuk kegiatan seperti ini, Desa Cintanagara sudah tiga kali, Desa Barusuda satu kali, Desa Cigedug satu kali, dan Desa Sindangsari sekarang. Untuk wilayah Sukahurip sendiri sudah dua kali, termasuk yang dilaksanakan di Desa Cigedug bertempat di kantor kecamatan,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut, kata Aji, cukup tinggi. Sesuai ketentuan pelaksanaan, pemeriksaan di Desa Sindangsari kali ini memiliki kuota sekitar 200 orang.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat cukup tinggi. Kuotanya sekitar 200 orang. Kalau ada masyarakat yang belum kebagian hari ini, mudah-mudahan ada jadwal berikutnya,” katanya.

Ia berharap program pemeriksaan kesehatan terintegrasi tersebut kembali mendapat penugasan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, sehingga masyarakat yang belum memperoleh layanan pemeriksaan masih memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan serupa.

“Kita berharap ada kesempatan atau kepercayaan kembali dari Dinas Kesehatan untuk melaksanakan kegiatan seperti ini, sehingga masyarakat yang belum terlayani bisa mendapatkan pemeriksaan,” pungkasnya.

Program CKG yang dipadukan dengan pemeriksaan rontgen ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat deteksi dini TBC.

Dengan pemeriksaan tersebut, warga yang memiliki faktor risiko maupun gejala dapat lebih cepat diketahui dan diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut. (Asan)

Exit mobile version