Kota Tasikmalaya/ secondnewsupdate.co.id – Siapa sangka aroma kopi robusta berkualitas kafe bisa tercium dari balik tembok penjara.
Di Lapas Klas IIB Tasikmalaya, warga binaan membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukan penghalang untuk berkarya.
Lewat program Giat Bina Mandiri, mereka menghadirkan Gallery of Haskana akronim dari Hasil Karya Narapidana dengan produk unggulan kopi racikan barista.
Di sudut aula, aktivitas layaknya kedai kopi modern terlihat hidup. Warga binaan dengan cekatan melakukan proses roasting, grinding, hingga mengekstraksi espresso.
Bahkan, latte art berbentuk hati pun tercipta rapi di atas cangkir, menandakan keterampilan yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Pelaksana Harian Kalapas Klas IIB Tasikmalaya, Yadi Suryaman, menegaskan bahwa Gallery of Haskana bukan sekadar pajangan, melainkan etalase hasil pembinaan yang nyata dan bernilai ekonomi.
“Ini bukti bahwa warga binaan tidak hanya belajar, tapi juga menghasilkan karya yang layak jual. Kopi yang mereka racik bisa dinikmati saat ada kegiatan maupun di hari biasa,” ujarnya. Senin (27/4/2026).
Program pelatihan barista menjadi salah satu unggulan.
Warga binaan dibekali ilmu langsung dari praktisi kopi profesional, mulai dari mengenal karakter biji kopi, teknik manual brew, hingga pengelolaan usaha kedai kopi.
Tujuannya jelas: membekali keterampilan yang relevan dan siap pakai saat kembali ke masyarakat.
Salah satu warga binaan berinisial I (25), asal Singaparna, mengaku banyak belajar dari proses tersebut.
“Di sini saya belajar kalau gagal itu bagian dari proses. Dulu espresso saya selalu pahit, sekarang sudah bisa kalibrasi dan bikin latte art,” ungkapnya.
Inovasi ini juga mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candranegara, yang sempat meninjau langsung Gallery of Haskana. Ia mengaku terkesan dengan kualitas kopi hasil racikan warga binaan.
“Ini keren. Dari lapas bisa lahir barista. Artinya proses pemasyarakatan berjalan. Mereka dibina, bukan dibinasakan,” ujarnya sambil mencicipi kopi.
Diky pun mendorong agar produk kopi Haskana memiliki identitas merek yang kuat dan dapat dipasarkan lebih luas. Ia membuka peluang dukungan dari pemerintah daerah untuk proses kurasi hingga pemasaran.
“Kalau perlu, Pemkot siap bantu. Supaya masyarakat tahu bahwa produk dari lapas juga punya kualitas tinggi,” tegasnya.
Kehadiran Gallery of Haskana menjadi bukti bahwa kreativitas tak bisa dibatasi oleh tembok tinggi. Dari biji kopi, warga binaan meracik harapan mengubah pahitnya masa lalu menjadi aroma manis masa depan.
Kini, setiap cangkir kopi yang disajikan bukan sekadar minuman, melainkan cerita tentang perubahan, kesempatan kedua, dan semangat untuk bangkit menjadi pribadi yang lebih baik. (Krist).
