Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumPendidikanRagam Daerah

Diskominfo Kabupaten Tangerang Bekali 150 Pelajar SMA Negeri 1 Jadi Generasi Cerdas dan Bijak Bermedia Sosial

422
×

Diskominfo Kabupaten Tangerang Bekali 150 Pelajar SMA Negeri 1 Jadi Generasi Cerdas dan Bijak Bermedia Sosial

Sebarkan artikel ini
Cyberbullying Jadi Ancaman Serius di Dunia Digital Selain persoalan jejak digital, Diskominfo Kabupaten Tangerang juga memberikan perhatian terhadap fenomena cyberbullying atau perundungan di dunia maya.

Banten, Kabupaten Tangerang l secondnewsupdate.co.id Media sosial kini bukan sekadar ruang untuk berkomunikasi dan mencari hiburan. 

Bagi generasi muda, dunia digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari aktivitas belajar, berbagi informasi hingga mengekspresikan diri.

Example 300x600

Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat berbagai risiko yang perlu dipahami, mulai dari jejak digital, penyebaran informasi yang tidak benar, penipuan daring hingga cyberbullying.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang menggelar Sosialisasi Literasi Digital di SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membekali pelajar dengan pengetahuan sekaligus etika dalam memanfaatkan teknologi digital. 

Sebanyak 150 siswa kelas 10, 11 dan 12 mengikuti kegiatan yang berlangsung secara interaktif tersebut.

Sekretaris Diskominfo Kabupaten Tangerang, Akhmad Farhan, mengatakan perkembangan teknologi informasi telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Meski demikian, pemanfaatan teknologi harus diiringi kesadaran dan tanggung jawab.

Menurutnya, salah satu hal yang sering luput dari perhatian pengguna media sosial adalah keberadaan jejak digital. 

Setiap unggahan, komentar maupun konten yang dibagikan di internet dapat meninggalkan rekam jejak yang berpotensi memengaruhi seseorang di kemudian hari.

“Masih rendahnya kesadaran mengenai jejak digital yang ditinggalkan setiap aktivitas di internet. Apa yang kita unggah, komentari atau bagikan di media sosial dapat tersimpan dalam waktu yang lama dan berpotensi memengaruhi kehidupan kita di masa depan,” tegas Farhan.

Cyberbullying Jadi Ancaman Serius di Dunia Digital

Selain persoalan jejak digital, Diskominfo Kabupaten Tangerang juga memberikan perhatian terhadap fenomena cyberbullying atau perundungan di dunia maya.

Ejekan, penghinaan, komentar bernada merendahkan hingga penyebaran informasi yang merugikan orang lain dinilai tidak boleh dianggap sebagai candaan semata. 

Jika dilakukan berulang dan berdampak terhadap korban, tindakan tersebut dapat menimbulkan tekanan psikologis yang serius.

Karena itu, para pelajar didorong agar tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga mampu menjadi pengguna digital yang kritis, santun dan bertanggung jawab.

Farhan berharap sosialisasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran siswa mengenai berbagai risiko di ruang digital sekaligus mendorong mereka berani mencegah dan melawan praktik perundungan di media sosial.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap para siswa dapat memahami pentingnya menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab dan beretika. Selain itu, siswa juga diharapkan mampu mengenali risiko-risiko yang ada di ruang digital, memahami konsekuensi dari jejak digital serta memiliki keberanian untuk mencegah dan melawan segala bentuk cyberbullying,” ujarnya.

Kepsek: Ilmu Literasi Digital Harus Ditularkan ke Teman

Kepala SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang, Ruri, menyambut positif program edukasi yang diberikan Diskominfo Kabupaten Tangerang tersebut.

Menurutnya, pembekalan literasi digital sejak bangku sekolah menjadi salah satu langkah penting untuk membangun benteng perlindungan bagi para siswa ketika beraktivitas di dunia maya.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh para peserta tidak berhenti di ruang sosialisasi, tetapi dapat dibagikan kembali kepada teman-teman mereka.

“Ini penting untuk anak-anak kita agar mereka itu bijak dalam menggunakan medsos. Oleh karena itu juga, ilmu-ilmu yang didapat itu harusnya nanti di-share ke teman-temannya,” kata Ruri.

Ia juga berharap lingkungan SMA Negeri 1 Kabupaten Tangerang dapat terbebas dari berbagai persoalan negatif di ruang digital, termasuk cyberbullying dan modus penipuan daring.

“Harapan saya, mudah-mudahan di SMA 1 Kabupaten Tangerang tidak ada cyberbullying, tidak ada scammer dan lain sebagainya. Anak-anak bijak dalam menggunakan medsos,” tuturnya.

Diikuti 150 Pelajar, Sosialisasi Berlangsung Interaktif

Sosialisasi Literasi Digital tersebut tidak hanya diisi dengan penyampaian materi secara satu arah. 

Para siswa juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait berbagai persoalan yang mereka temui dalam aktivitas digital sehari-hari.

Materi disampaikan oleh narasumber Nizar Fachri, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi, tanya jawab serta kuis edukatif.

Antusiasme para peserta terlihat sepanjang kegiatan. Melalui metode yang interaktif, para siswa diajak memahami bahwa kecakapan digital tidak sebatas mampu menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan menyaring informasi, menjaga etika komunikasi, melindungi diri serta mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah sesuatu ke media sosial.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun generasi muda yang unggul di era digital membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua dan para pelajar itu sendiri.

Dengan literasi digital yang kuat, media sosial diharapkan tidak menjadi ruang yang menjerumuskan generasi muda, melainkan menjadi sarana produktif untuk belajar, berkarya, berkomunikasi dan menyebarkan informasi positif. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600