Tangerang//secondnewsupdate.co.id– Di balik tangan yang kasar oleh lumpur sawah dan peluh yang tak pernah kering, tersimpan doa tulus seorang ayah untuk masa depan anak-anaknya.
Meski hanya berprofesi sebagai petani, tekadnya untuk mengantarkan buah hati meraih cita-cita tak pernah surut.
Sang ayah menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk membatasi mimpi.
Setiap tetes keringat yang jatuh di ladang adalah bentuk pengorbanan demi memastikan anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi orang tua, masyarakat, serta bangsa dan negara.
“Kejar lah cita-citamu setinggi langit,” demikian pesan Obo sederhana namun penuh makna yang terus dipanjatkan dalam doa.
Bahkan hujan yang membasahi tubuhnya saat bekerja di sawah seakan menjadi saksi perjuangan dan harapan yang tak pernah padam.
Ia juga berpesan agar anak-anaknya tidak pernah merasa malu memiliki seorang ayah yang berprofesi sebagai petani. Menurutnya, petani adalah pejuang sejati yang menjaga ketahanan pangan dan menopang kehidupan bangsa.
“Petani bukan sekadar pekerjaan, tetapi pengabdian. Dari ladang inilah bangsa ini bertahan,” ungkapnya penuh keyakinan.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang anak tidak diukur dari latar belakang orang tuanya, melainkan dari doa, kerja keras, dan ketulusan yang mengiringi setiap langkah perjuangan.
Di tengah tantangan hidup, doa seorang ayah petani tetap menjadi cahaya yang menerangi jalan masa depan anak-anaknya. (Diana)
