HukumInformatikaKriminalRagam Daerah

Dokter Muda FK UISU Laporkan Dekan ke Polda Sumut, 196 Koas Diduga Di-DO dan Sertifikat Profesi Ditahan

112
Bukti surat laporan ke pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) oleh sejumlah dokter muda yang merasa dirugikan akibat kebijakan tersebut oleh Mika Wirdani

Medan/secondnewsupdate.co.id – Polemik besar mengguncang Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU).

Sebanyak 196 dokter muda atau koas dikabarkan mengalami nasib tragis setelah diduga di-drop out (DO) meski telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan profesi dokter.

Kasus ini bahkan telah dilaporkan ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) oleh sejumlah dokter muda yang merasa dirugikan akibat kebijakan tersebut.

Salah satu pelapor, Mika Wirdani bersama rekan-rekannya menyampaikan pernyataan pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. 

Mereka mengaku menjadi korban dugaan penahanan sertifikat profesi dokter oleh pihak kampus.

Menurut Mika, pendidikan dokter merupakan satu kesatuan antara tahap akademik dan pendidikan profesi (koas). 

Seluruh mata kuliah, kurikulum, hingga beban Satuan Kredit Semester (SKS) disebut telah diselesaikan.

Namun ironisnya, setelah seluruh kewajiban pendidikan profesi dijalankan, mereka justru dikabarkan berstatus DO (dropout).

“Kami sudah menyelesaikan seluruh tanggung jawab program pendidikan profesi dokter. Tetapi sertifikat profesi tidak diberikan dan kami malah di-DO,” ungkap Mika. Minggu (24/5/2026).

Ia meminta aparat penegak hukum dapat menyelidiki persoalan tersebut secara objektif dan transparan. Para dokter muda itu mengaku mengalami kerugian besar, baik secara materi maupun masa depan profesi mereka.

“Kerugian yang kami alami diperkirakan mencapai Rp10 miliar,” katanya.

Kasus ini memicu sorotan luas karena menyangkut masa depan ratusan calon dokter yang telah menjalani pendidikan bertahun-tahun.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Sumatera Utara, Safrida, saat dimintai konfirmasi oleh awak media disebut belum memberikan tanggapan resmi.

Di sisi lain, sejumlah alumni dan mahasiswa kedokteran mengaku kecewa atas situasi yang terjadi di kampus tersebut. 

Bahkan, beberapa di antaranya mengimbau para orang tua agar mempertimbangkan matang-matang sebelum mendaftarkan anaknya ke FK UISU.
Polemik ini kini menjadi perhatian publik dan dinilai dapat berdampak serius terhadap citra dunia pendidikan kedokteran di Sumatera Utara. (RZ)

Exit mobile version