BeritaInformatikaPeristiwaRagam Daerah

Dua Rumah Dilalap Api dalam Semalam di Kabupaten Bandung, Warga Panik! Rumah Mewah di Soreang Hangus, Kerugian Capai Ratusan Juta

109
Dua rumah mewah dilalap si jago merah, pihak Disdamkar Kabupaten Bandung, saat memadamkan si jago merah

Jawa Barat, Kab Bandung l secondnewsupdate.co id — Dua peristiwa kebakaran rumah tinggal terjadi hampir bersamaan dalam satu malam di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (7/9/2026). 

Kobaran api membuat warga di dua lokasi berbeda dilanda kepanikan.

Kebakaran pertama terjadi di Kampung Sumur Bandung RT 02/10, Desa Karamatmulya, Kecamatan Soreang. Rumah tinggal yang terbakar diketahui merupakan bangunan yang cukup besar dan tergolong mewah.

Amukan si jago merah membuat sebagian besar bangunan hangus terbakar.

Besarnya kobaran api menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit. Berdasarkan informasi di lapangan, kerugian pemilik rumah ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara kebakaran kedua terjadi di Kampung Leuweungkaleng, Desa/Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Peristiwa tersebut juga berlangsung pada Senin malam dan diduga dipicu oleh korsleting listrik.

Mendapat laporan adanya kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bandung langsung mengerahkan personel dan armada menuju lokasi.

Sebanyak 13 personel diterjunkan untuk melakukan penanganan dan memastikan kobaran api tidak semakin meluas ke rumah warga lainnya.

Danru Disdamkar Kabupaten Bandung, Didin, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 21.42 WIB. Begitu informasi diterima, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

“Alhamdulillah kami bersama personel lainnya dapat menjalankan tugas dengan baik. Amukan api pun dapat teratasi dengan cepat,” ujar Didin kepada wartawan.

Menurutnya, proses pemadaman tidak sepenuhnya berlangsung mudah. Petugas harus bekerja ekstra lantaran lokasi rumah yang terbakar berada di kawasan permukiman dengan akses berupa gang yang cukup sempit.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah petugas. Dengan peralatan yang dimiliki, personel Disdamkar berupaya maksimal melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet ke bangunan di sekitar lokasi.

Dalam proses penanganan, petugas pemadam kebakaran juga mendapat dukungan dari masyarakat sekitar. Aparat kepolisian dan TNI turut membantu melakukan pengamanan sehingga proses pemadaman dapat berlangsung lebih terkendali.

“Kami juga dibantu warga sekitar. Aparat kepolisian dan TNI ikut membantu dalam hal pengamanan. Memang lokasi kebakaran berada di dalam gang sempit, tetapi kami dapat mengatasinya karena perlengkapan yang kami miliki cukup memadai,” kata Didin.

Kepanikan sempat dirasakan warga yang rumahnya berada tidak jauh dari titik kebakaran. Lina Agym (32), salah seorang warga sekitar, mengaku khawatir api merembet ke rumah-rumah lainnya.

“Kami sempat panik karena rumah kami tak jauh dengan lokasi kebakaran,” ungkap Lina.

Kekhawatiran serupa disampaikan Pian (43). Ia mengatakan kobaran api sebenarnya sudah terlihat sejak awal dan sempat berusaha dipadamkan secara swadaya oleh warga.

Namun, seiring waktu api justru semakin membesar. Kondisi tersebut membuat warga khawatir kebakaran meluas dan menyambar permukiman di sekitarnya.

“Memang rumah yang terbakar itu sempat dipadamkan oleh warga. Namun karena ada kekhawatiran merembet dan api semakin membesar, warga lainnya meminta bantuan pihak Damkar,” tutur Pian.

Upaya petugas akhirnya membuahkan hasil. Sekitar satu jam setelah penanganan dilakukan, kobaran api berhasil dijinakkan dan situasi di sekitar lokasi berangsur kondusif.

Petugas kemudian melakukan penanganan lanjutan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Hingga berita ini diturunkan, petugas Disdamkar Kabupaten Bandung masih melakukan pemantauan dan memastikan kondisi lokasi benar-benar aman sebelum meninggalkan tempat kejadian.

Dua kebakaran yang terjadi dalam satu malam tersebut kembali menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dapat dipicu oleh gangguan instalasi listrik serta kondisi permukiman dengan akses jalan yang sempit. (Apih)

Penulis: Apih Igun Ruhiyat Editor: Bama
Exit mobile version