Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
EkonomiPendidikanRagam Daerah

Fakultas Pertanian UNIGA Turun ke Desa, Sulap Limbah Kubis Jadi Kimchi hingga Dorong Inovasi Pertanian Berkelanjutan

129
×

Fakultas Pertanian UNIGA Turun ke Desa, Sulap Limbah Kubis Jadi Kimchi hingga Dorong Inovasi Pertanian Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian UNIGA di Kampung Pamegatan, Desa Mekarjaya, Cikajang. Sinergi kampus dan warga, dorong pertanian berkelanjutan.

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Fakultas Pertanian Universitas Garut (UNIGA) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penerapan inovasi dan teknologi pertanian berkelanjutan.

Kali ini, UNIGA menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat dengan menyentuh langsung kebutuhan petani, peternak, dan kelompok ibu-ibu di Kampung Pamegatan RW 06, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jumat (31/7/2026).

Example 300x600

Melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan praktik langsung, Fakultas Pertanian UNIGA berupaya mentransformasikan ilmu pengetahuan dan hasil penelitian perguruan tinggi menjadi solusi nyata yang dapat diterapkan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha, sekaligus memperkuat perekonomian keluarga.

Kegiatan tersebut melibatkan dosen lintas program studi di lingkungan Fakultas Pertanian UNIGA dan dihadiri Dekan Fakultas Pertanian UNIGA, Tintin Febrianti, serta Kepala Desa Mekarjaya, Dedi Setiawan.

Program ini dirancang dengan mempertimbangkan potensi sumber daya lokal serta kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan pengolahan pangan yang memiliki peluang ekonomi menjanjikan.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian Fakultas Pertanian UNIGA menghadirkan tiga materi utama yang berorientasi pada peningkatan keterampilan, efisiensi usaha, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta penciptaan produk bernilai tambah.

Dorong Produktivitas Pertanian Melalui Pemanfaatan Mikroba

Materi pertama disampaikan Nurdiana, yang memberikan penyuluhan sekaligus praktik pemanfaatan mikroba untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, para petani diperkenalkan pada potensi mikroorganisme yang bermanfaat dalam menjaga kesuburan tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Pemanfaatan mikroba menjadi salah satu alternatif teknologi pertanian ramah lingkungan yang dapat membantu petani mengoptimalkan potensi lahan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan input kimia pertanian.

Melalui pemahaman dan keterampilan yang diperoleh, para petani diharapkan mampu menerapkan teknologi tersebut secara tepat sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman yang dibudidayakan.

Pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem pertanian berkelanjutan yang tidak hanya mengejar peningkatan hasil panen, tetapi turut memperhatikan kesehatan tanah dan kelestarian lingkungan dalam jangka panjang.

Pelatihan Pembuatan Silase, Solusi Ketersediaan Pakan Ternak

Sementara itu, materi kedua disampaikan Tati Rohayati, yang memberikan penyuluhan dan praktik langsung mengenai teknologi pembuatan silase sebagai salah satu solusi untuk menjaga ketersediaan pakan ternak.

Silase merupakan teknologi pengawetan hijauan melalui proses fermentasi yang dapat dimanfaatkan untuk menyediakan cadangan pakan, terutama ketika ketersediaan rumput dan hijauan segar mengalami penurunan.

Melalui pelatihan tersebut, para peternak dibekali pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan pakan lokal dan teknik pengolahan hijauan agar dapat disimpan serta digunakan sesuai kebutuhan ternak.

Penerapan teknologi silase diharapkan dapat membantu peternak mengantisipasi keterbatasan pasokan pakan, meningkatkan efisiensi biaya pemeliharaan, serta menjaga keberlangsungan usaha peternakan.

Dengan pengelolaan pakan yang lebih terencana, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ternak sekaligus memperkuat ketahanan usaha peternakan berbasis sumber daya lokal.

Limbah Daun Kubis Disulap Menjadi Kimchi Bernilai Ekonomi

Inovasi menarik lainnya hadir dari bidang teknologi pangan. Robi Tubagus, memperkenalkan teknologi pengolahan hasil pertanian dengan memanfaatkan daun kubis sisa trimming sebagai bahan baku pembuatan kimchi.

Melalui praktik fermentasi pangan, bagian daun kubis yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah pertanian diperkenalkan sebagai bahan alternatif untuk menghasilkan produk pangan yang memiliki nilai tambah.

Inovasi ini menjadi salah satu langkah kreatif dalam mengoptimalkan pemanfaatan hasil pertanian sekaligus mengurangi potensi limbah yang terbuang percuma.

Tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai teknik pengolahan pangan, pelatihan tersebut juga membuka wawasan masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu, tentang peluang pengembangan usaha rumahan berbasis bahan baku yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Produk kimchi hasil olahan daun kubis sisa trimming diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk pangan lokal yang memiliki daya tarik tersendiri, baik untuk konsumsi keluarga maupun sebagai peluang usaha bernilai ekonomi.

Melalui inovasi tersebut, masyarakat didorong untuk lebih kreatif dalam mengolah sumber daya yang tersedia, sehingga bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat menjadi produk yang berpotensi menghasilkan pendapatan tambahan.

Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Perkuat Ekonomi Lokal

Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Keterlibatan kelompok ibu-ibu, petani, dan peternak dalam setiap sesi penyuluhan serta praktik langsung menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan masyarakat agar mampu mengadopsi teknologi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal.

Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, penerapan inovasi pertanian dan teknologi pangan juga diharapkan dapat menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mendorong peningkatan pendapatan keluarga.

Program ini sekaligus memperlihatkan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada kegiatan pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menghadirkan solusi yang aplikatif bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Melalui program pengabdian tersebut, Fakultas Pertanian Universitas Garut berupaya memperluas penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian dan peternakan.

Pendampingan serta penerapan inovasi berbasis hasil penelitian diharapkan dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya masyarakat pertanian yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Lebih dari itu, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, pengolahan hasil pertanian, serta pengurangan limbah menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pertanian yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi yang berkesinambungan antara akademisi dan masyarakat, Fakultas Pertanian UNIGA optimistis inovasi pertanian dapat menjadi salah satu penggerak pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal di Kabupaten Garut. (Asan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600