HukumInformatikaPendidikanRagam Daerah

FGD Sespimma Polri di Garut Bahas Pembinaan Komunitas Motor, Fokus Cegah Kejahatan Jalanan

123
Kepolisian bersama peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimma) Polri Angkatan ke-75 Tahun Ajaran 2026 menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pembinaan kelompok bermotor di Kabupaten Garut, Selasa (19/5/2026).

Garut/secondnewsupdate.co.id – Kepolisian bersama peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimma) Polri Angkatan ke-75 Tahun Ajaran 2026 menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pembinaan kelompok bermotor di Kabupaten Garut, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Mumun Surachman Polres Garut itu mengangkat tema “Optimalisasi Pembinaan Kelompok Bermotor di Wilayah Hukum Polres Garut guna Mengantisipasi Kejahatan Jalanan dalam rangka Harkamtibmas.”

Forum ini menjadi ruang diskusi strategis antara kepolisian, pemerintah daerah, unsur TNI, tokoh masyarakat, hingga komunitas motor untuk mencari formula terbaik dalam mencegah maraknya aksi kriminalitas jalanan yang kerap melibatkan kelompok kendaraan roda dua.

Acara tersebut dihadiri Pawas Sespimma Polri Kombes Pol Grace Krisna D. Rahakbau, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, Wakapolres Garut Kompol Deny Rahmanto, jajaran pejabat utama Polres Garut, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Selain unsur internal kepolisian, hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Garut, perwakilan Kodim 0611/Garut, Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat, Badan Kesbangpol, Satpol PP, Dinas Sosial, Dai Kamtibmas, tokoh masyarakat, hingga perwakilan komunitas motor di Kabupaten Garut.

Yugi dalam sambutannya menegaskan pembinaan komunitas motor tidak bisa hanya dilakukan melalui pendekatan penegakan hukum semata.

Menurutnya, perlu ada sinergi kuat antara aparat, pemerintah, dan masyarakat agar komunitas kendaraan bermotor bisa diarahkan menjadi mitra menjaga keamanan lingkungan.

“FGD ini menjadi wadah strategis memperkuat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan komunitas motor dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Garut,” ujarnya.

Ia menilai komunitas motor memiliki potensi besar sebagai agen perubahan sosial, terutama dalam mengedukasi generasi muda terkait keselamatan berkendara, kepatuhan hukum, dan penolakan terhadap aksi kekerasan jalanan.

Sementara itu, kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Serdik Sespimma Polri Pokjar IV TA 2026. Para peserta diharapkan mampu menyerap berbagai masukan dari daerah terkait pola pembinaan kelompok bermotor yang efektif dan berkelanjutan.

Lewat diskusi tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari kenakalan remaja, balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai standar, hingga potensi keterlibatan geng motor dalam tindak kriminal jalanan.

Hasil FGD nantinya akan menjadi bahan kajian sekaligus rekomendasi kebijakan dalam merumuskan strategi pembinaan komunitas motor yang lebih optimal, khususnya di wilayah hukum Polres Garut.

Dengan kolaborasi lintas sektor, Polres Garut berharap pembinaan kelompok bermotor dapat berjalan lebih terarah sehingga mampu menekan angka kejahatan jalanan dan menjaga stabilitas keamanan masyarakat. (Agung).

Exit mobile version