Kabupaten Bandung, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Terpilihnya kepemimpinan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Kabupaten Bandung diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan, konsolidasi organisasi, serta memperluas kolaborasi dalam membangun desa.
Harapan tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Bandung, Firmansyah Lesmana, yang menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musyawarah Cabang (Muscab) VI APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Mohammad Toha, Kabupaten Bandung, berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan baru. H. Galih Hendrawan, Kepala Desa Tegal Luar, Kecamatan Bojongsoang, terpilih sebagai Ketua DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung untuk masa bakti 2026–2031. Jumat (6/11/2026).
Firmansyah menilai, amanah kepemimpinan yang kini dipercayakan kepada Galih Hendrawan bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan kesempatan untuk membawa APDESI menjadi organisasi yang semakin solid, progresif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pemerintahan desa.
Menurutnya, APDESI memiliki posisi strategis bukan hanya sebagai wadah berhimpunnya para kepala desa, tetapi juga sebagai kekuatan organisasi yang dapat mendorong percepatan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan masyarakat desa.
Ia berharap, di bawah kepemimpinan Galih Hendrawan, APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung mampu membangun komunikasi yang semakin intensif dan memperluas ruang kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Desa dan BPD Harus Berjalan Seiring
Lebih jauh, Firmansyah menyoroti pentingnya membangun hubungan harmonis antara pemerintah desa dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Menurutnya, BPD merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Karena itu, kepala desa dan BPD harus mampu menempatkan diri sebagai mitra strategis yang saling melengkapi.
Kendati memiliki fungsi dan kewenangan berbeda, keduanya mempunyai tujuan yang sama, yakni memastikan roda pemerintahan desa berjalan baik serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Sudah saatnya seluruh elemen desa memperkuat komunikasi dan membangun kolaborasi. Kepala desa dan BPD merupakan mitra strategis. Perbedaan peran bukan menjadi alasan untuk membangun sekat, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” tegas Firmansyah.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan desa tidak cukup hanya bertumpu pada program pemerintah.
Lebih dari itu, dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, dukungan kelembagaan desa, serta sinergi dengan pemerintah daerah agar setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Pembangunan Desa Harus Berorientasi pada Kesejahteraan
Firmansyah juga berharap kepemimpinan baru APDESI dapat menghadirkan energi positif bagi seluruh kepala desa di Kabupaten Bandung.
Soliditas organisasi, menurutnya, harus diwujudkan melalui kerja nyata, komunikasi terbuka, dan kesediaan membangun kerja sama lintas kelembagaan.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang direalisasikan ataupun besarnya anggaran yang digelontorkan.
Ukuran paling penting adalah sejauh mana program tersebut memberikan manfaat langsung, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mampu menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
“Harapan kami, APDESI semakin solid dan mampu menjadi bagian dari kekuatan bersama dalam membangun desa. Mari kita hilangkan sekat-sekat perbedaan dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama,” katanya.
Firmansyah optimistis, dengan semangat persatuan, komunikasi yang kuat, serta kolaborasi seluruh elemen pemerintahan desa, pembangunan Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS, maju, dan berkelanjutan dapat terus diwujudkan.
Menurutnya, sinergi antara APDESI, ABPEDNAS, pemerintah daerah, BPD, dan seluruh unsur masyarakat desa menjadi modal penting untuk memperkuat pembangunan dari tingkat paling bawah sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Pada akhirnya, desa yang kuat akan menjadi fondasi bagi daerah yang maju. Kebersamaan dan kolaborasi harus menjadi semangat bersama demi masa depan masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkasnya. (Apih)
















