Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id — Suasana penuh keakraban mewarnai acara pisah sambut pimpinan Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung yang baru dilantik Achmad Satibi, dengan Ketua Pengadilan Negeri Bale Bandung yang lama Rendra Yozar Dharma Putra, yang dilaksanakan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi di Jalan Daan Sugandha Cimahi Utara, Selasa (2/9/2026).
Acara dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai unsur pemerintahan dan lembaga terkait dari Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.
Momentum tersebut menjadi ajang penghormatan sekaligus apresiasi atas pengabdian pejabat lama yang mendapat amanah untuk melanjutkan tugas di Kota Semarang.
Di sisi lain, acara tersebut juga menjadi penyambutan bagi pimpinan baru Pengadilan Negeri Bale Bandung yang akan mengemban tugas dan tanggung jawab di wilayah hukum tersebut.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi serta kerja sama yang telah terjalin selama ini.
Ia juga menyampaikan selamat jalan kepada pejabat lama Rendra Yozar Dharma Putra, beserta keluarga, seraya mendoakan agar tugas di tempat yang baru dapat dijalankan dengan penuh kesehatan, kesuksesan, dan keberkahan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cimahi, kami mengucapkan selamat jalan, kepada bapak Rendra Yozar Dharma Putra, Mudah-mudahan di tempat tugas yang baru Bapak diberikan kesehatan, kesuksesan, dan keberkahan dalam melaksanakan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Kepada pimpinan PN Bale Bandung yang baru, Ngatiyana menyampaikan ucapan selamat datang.
Ia berharap pejabat baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan tugas sekaligus membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh unsur terkait.
Menurutnya, sinergitas antarlembaga penegak hukum menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan publik yang semakin baik, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.
Ngatiyana juga mengapresiasi hubungan baik yang selama ini telah terbangun antara Pemerintah Kota Cimahi dengan Forkopimda maupun lembaga penegak hukum.
“Perpindahan tugas merupakan bagian dari dinamika dan tugas negara. Kita melepas dengan doa, mudah-mudahan di tempat yang baru semakin sukses. Hubungan dan silaturahmi yang sudah terjalin selama ini mudah-mudahan tetap terjaga,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ngatiyana turut menyinggung program Pawang Ronda sebagai salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah bersama unsur terkait turun langsung ke lingkungan RW untuk berinteraksi dengan warga sekaligus memperkuat keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Pawang Ronda bukan hanya duduk di kantor atau di kursi, tetapi turun langsung ke RW bersama masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan. Ini merupakan bentuk pemerintah hadir di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ngatiyana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu dan undangan yang hadir, di antaranya unsur Forkopimda, DPRD, TNI, Polri, BPJS Kesehatan, Pengadilan Agama, kepala perangkat daerah, para asisten daerah, serta jajaran pemerintah daerah dari wilayah sekitar.
Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas dan membangun komunikasi terdapat kesalahan, kekurangan, maupun hal-hal yang kurang berkenan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cimahi, kami memohon maaf apabila selama bergaul dan bekerja sama terdapat kesalahan dan kekurangan. Semoga silaturahmi dan persaudaraan yang telah terbangun tetap terjaga,” ungkapnya.
Pimpinan Baru PN Bale Bandung Buka Pintu Kritik
Sementara itu, pimpinan baru Pengadilan Negeri Bale Bandung yang baru Achmad Satibi, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lembaga peradilan yang mampu memberikan pelayanan hukum terbaik sekaligus menghadirkan rasa keadilan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menyadari bahwa mewujudkan visi dan misi Pengadilan Negeri Bale Bandung tidak dapat dilakukan seorang diri.
Menurutnya, dukungan, pengawasan, kritik, serta masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas lembaga peradilan.
Bahkan, ia secara terbuka mengajak masyarakat dan insan pers untuk tidak segan menyampaikan kritik apabila menemukan adanya kekurangan dalam pelayanan maupun pelaksanaan tugas di lingkungan pengadilan.
“Pengadilan tidak ada artinya tanpa bantuan dan pengawasan dari bapak dan ibu semuanya. Kami sangat mengharapkan kritik dan masukan. Apabila dalam melangkah atau mengambil tindakan hukum kami dianggap tidak benar, tolong sampaikan kepada kami,” ujarnya.
Ia menegaskan tidak alergi terhadap kritik. Sebaliknya, kritik konstruktif dinilainya sebagai instrumen penting untuk mengoreksi kekurangan dan memastikan lembaga peradilan tetap berada pada jalur yang benar.
“Saya tidak takut dan tidak alergi untuk dikritik. Justru saya sangat berterima kasih apabila ada yang mengingatkan kami untuk kembali ke jalan yang benar,” katanya.
Sebagai pimpinan yang baru bertugas, ia mengakui masih membutuhkan waktu untuk memahami berbagai persoalan, karakteristik, serta kondisi yang ada di lingkungan Pengadilan Negeri Bale Bandung.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan sesuatu yang dinilai perlu diperbaiki.
“Kalau memang ada anggota kami yang aneh-aneh atau melakukan sesuatu yang tidak benar, sampaikan kepada kami. Kami siap menerima dan menindaklanjutinya,” tegasnya.
Wartawan Diajak Jadi Mitra Pengawasan
Tak hanya kepada masyarakat, pimpinan baru PN Bale Bandung juga mengajak insan pers untuk membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif.
Menurutnya, wartawan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap lembaga pelayanan publik, termasuk institusi peradilan.
“Kalau kami jalannya miring, tolong diluruskan. Kalau ada yang tidak benar, jangan didiamkan. Sampaikan kepada kami. Kami siap menerima, bahkan kritik yang pedas sekalipun, selama untuk kebaikan,” tuturnya.
Ia berharap komunikasi antara Pengadilan Negeri Bale Bandung, masyarakat, dan media dapat terus terjaga. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan yang muncul diharapkan dapat diselesaikan secara baik dalam suasana yang kondusif.
“Kalau ada kebuntuan, kami mohon bantuan rekan-rekan wartawan untuk ikut mencairkan suasana. Kami berharap semuanya dapat saling menjaga kesejukan, khususnya di wilayah hukum Pengadilan Negeri Bale Bandung,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para wartawan dari berbagai daerah yang selama ini menjalankan fungsi jurnalistik dalam mengawal informasi hukum dan pelayanan publik.
“Selama kami berada di sini, jangan diamkan kami kalau ada kekurangan. Tolong sampaikan. Kami akan belajar dan membenahi apa yang masih kurang,” katanya.
Menurutnya, keterbukaan terhadap kritik bukan sekadar pernyataan seremonial dalam acara pisah sambut, melainkan bagian dari komitmen untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi peradilan.
“Kapan pun bertemu, saya tidak akan lari. Kalau ada yang benar, kita dukung. Kalau ada yang salah, tolong sampaikan kepada kami. Saya akan berterima kasih karena itu bagian dari upaya memperbaiki Pengadilan Negeri Bale Bandung,” pungkasnya.
Acara pisah sambut tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergitas antara lembaga peradilan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, masyarakat, dan insan pers dalam mewujudkan pelayanan publik serta penegakan hukum yang transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Bagdja/Burhan)
















