Soreang//secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyiapkan strategi pengamanan menjelang Idulfitri 2026.
Sebanyak 1.333 personel gabungan akan diterjunkan untuk memastikan arus mudik dan arus balik Lebaran berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) yang digelar di Gedung Mohamad Toha, Kompleks Pemkab Bandung, Soreang, Sabtu (7/3/2026).
Rakorsus dihadiri oleh Dadang Supriatna selaku Bupati Bandung, Wakil Bupati Ali Syakieb, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Reni Rahayu Fauzie, Kapolresta Bandung Aldi Subartono, Dandim 0624 Kabupaten Bandung, Danlanud Sulaiman, para kepala OPD, camat, kapolsek, danramil, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan rapat koordinasi ini digelar untuk merumuskan langkah strategis dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran.
Menurutnya, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh masyarakat merasakan keamanan dan kenyamanan selama periode mudik maupun saat merayakan Hari Raya di Kabupaten Bandung.
“Kami ingin memastikan pemerintah hadir memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi masyarakat yang mudik maupun yang tetap berada di Kabupaten Bandung selama Idulfitri tahun ini,” ujar Dadang.
Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menegaskan Pemkab Bandung akan mendukung penuh pengamanan Lebaran melalui berbagai langkah, mulai dari pengerahan personel, perbaikan infrastruktur, hingga penyediaan dukungan anggaran.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, pemerintah daerah juga telah memasang puluhan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah jalur mudik, menambah ratusan lampu penerangan jalan umum (PJU), serta memastikan kondisi jalan berada dalam keadaan baik.
Selain itu, OPD terkait juga diminta menyiagakan mobil ambulans dan alat berat di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama masa mudik dan arus balik.
“Kami juga menyiapkan insentif khusus bagi para personel yang bertugas di lapangan selama Operasi Ketupat tahun ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolresta Bandung Aldi Subartono menjelaskan bahwa pengamanan Lebaran tahun ini melibatkan 1.333 personel gabungan dari unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait.
Pihaknya juga telah melakukan pemetaan terhadap jalur utama dan alternatif yang berpotensi dilalui pemudik, termasuk titik rawan kemacetan, lokasi rawan kecelakaan, serta potensi gangguan keamanan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendirikan Pos Terpadu Kampung Kaheman di kawasan Nagreg, yang merupakan jalur utama penghubung Kabupaten Bandung dengan sejumlah wilayah di Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
“Pos Terpadu yang sebelumnya berada di Cileunyi kini kami pindahkan ke Nagreg agar pengendalian arus lalu lintas lebih efektif,” jelas Aldi.
Selain Pos Terpadu, Polresta Bandung juga akan mendirikan 12 Pos Pengamanan (Pospam) di berbagai titik strategis di wilayah Kabupaten Bandung.
Pos-pos tersebut tidak hanya berfungsi untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas, tetapi juga disiapkan sebagai tempat beristirahat bagi pemudik.
Berbagai fasilitas pendukung telah disediakan, seperti ambulans dengan tenaga medis siaga, alat berat untuk penanganan darurat, WiFi gratis, musala, toilet, air minum, hingga makanan ringan.
Kapolresta juga memastikan pihaknya tetap menjaga keamanan lingkungan masyarakat yang tidak melakukan perjalanan mudik, termasuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas selama rumah warga ditinggalkan.
Sebagai bentuk pelayanan tambahan, Polresta Bandung juga menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang hendak mudik.
Layanan tersebut tersedia di Markas Komando Polresta Bandung maupun di seluruh polsek di tingkat kecamatan.
“Kami juga mendorong penguatan pengamanan swakarsa di tingkat kecamatan agar masyarakat lebih tenang saat meninggalkan rumah untuk mudik,” ujarnya.
Aldi turut mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum berangkat mudik, seperti mengecek pintu dan jendela, instalasi listrik, serta kendaraan yang ditinggalkan.
“Keberhasilan pengamanan Idulfitri sangat bergantung pada kerja sama semua pihak. Dengan komunikasi dan kolaborasi yang baik, kami optimistis seluruh rangkaian pengamanan Lebaran dapat berjalan optimal,” pungkasnya. (Apih)
