HukumKriminal

Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan Dukung Polri Berantas Premanisme

112
Ketua Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan, Dedi Harvy Sahari, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di lingkungan pasar tradisional.

Medan/secondnewsupdate.co id – Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan menyatakan dukungan penuh kepada Polri dalam upaya memberantas aksi premanisme, seperti pungutan liar (pungli) dan parkir liar yang masih terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan maupun daerah lainnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.

Ketua Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan, Dedi Harvy Sahari, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di lingkungan pasar tradisional.

“Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan berkomitmen untuk selalu turut serta mendukung Polri dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan tertib, khususnya dalam memberantas aksi-aksi premanisme yang sering terjadi di pasar-pasar tradisional,” ujarnya. Selasa (16/6/2026).

Menurut Dedi, maraknya aksi premanisme di pasar tradisional telah menimbulkan keresahan di kalangan pedagang. 

Praktik pungutan liar, biaya jaga malam yang tidak jelas, hingga pungutan sewa lapak yang memberatkan menjadi beban tambahan bagi para pedagang dan pelaku UMKM.

“Banyak masyarakat yang enggan berbelanja ke pasar tradisional karena merasa tidak nyaman. Akibatnya, omzet para pedagang menurun drastis. Kondisi ini tentu sangat merugikan para pedagang dan pelaku UMKM,” jelasnya.

Sebagai organisasi yang menaungi para pedagang pasar tradisional, Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan akan terus menjalankan perannya sebagai wadah aspirasi sekaligus kontrol sosial guna menciptakan lingkungan pasar yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Dedi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pedagang pasar tradisional, untuk bersama-sama mendukung upaya Polri dalam memberantas segala bentuk premanisme.

“Situasi kamtibmas yang kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan lingkungan pasar yang aman dan tertib, diharapkan penghasilan pedagang serta perekonomian masyarakat dapat terus meningkat,” pungkasnya. (Rizky)

Exit mobile version