Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaLingkungan HidupRagam Daerah

Gebrakan Besar Pemkot Cimahi! ASN Turun Langsung ke RT, Perang Total Lawan Sampah Dimulai dari Pintu Rumah Warga

206
×

Gebrakan Besar Pemkot Cimahi! ASN Turun Langsung ke RT, Perang Total Lawan Sampah Dimulai dari Pintu Rumah Warga

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, yang akrab dipanggil Rini menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bukan sekadar sosialisasi, melainkan pendampingan langsung dari rumah ke rumah agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemilahan sampah sejak awal.

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Cimahi melancarkan langkah strategis yang dinilai sebagai salah satu terobosan paling progresif dalam pengelolaan sampah perkotaan.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) diterjunkan langsung ke lingkungan Rukun Tetangga (RT) dalam program “Sapu Jagat RT” (Sapa dan Peduli Lingkungan Bersama ASN di RT).

Example 300x600

Program ini menjadi ujung tombak perubahan pola pengelolaan sampah dengan menempatkan ASN sebagai pembina sekaligus pendamping masyarakat dalam membangun budaya memilah sampah dari sumbernya. 

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, yang akrab dipanggil Rini menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bukan sekadar sosialisasi, melainkan pendampingan langsung dari rumah ke rumah agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemilahan sampah sejak awal.

“Pemkot Cimahi menurunkan ASN ke tingkat RT untuk melakukan pembinaan pemilahan sampah secara door to door kepada masyarakat. Targetnya, sebanyak 60 persen persoalan sampah dapat diselesaikan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Program tersebut merupakan implementasi dari kebijakan Pemerintah Kota Cimahi melalui Surat Keputusan Wali Kota yang mengatur pembagian kewenangan pengelolaan sampah, yakni 60 persen ditangani di tingkat wilayah, sementara 40 persen menjadi tanggung jawab layanan DLH Kota Cimahi.

Kebijakan itu lahir sebagai respons atas semakin terbatasnya kapasitas pengangkutan sampah menuju TPA Sarimukti. Karena itu, pemerintah mendorong perubahan paradigma dari sistem buang angkut menjadi pengelolaan sampah langsung dari sumbernya.

Dengan konsep tersebut, sampah yang dikirim ke TPA nantinya diharapkan hanya berupa sampah residu yang memang sudah tidak dapat dimanfaatkan ataupun diolah kembali.

Dalam pelaksanaannya, setiap ASN akan ditugaskan sesuai wilayah binaan yang telah dipetakan berdasarkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing. Mereka akan bekerja bersama aparat kewilayahan mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga pengurus RT dan RW.

DLH juga mendorong pembentukan Satgas Sampah di setiap lingkungan sebagai motor penggerak perubahan perilaku masyarakat. 

Satgas tersebut akan menyusun rencana aksi (plan of action) yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, baik dalam pengelolaan sampah organik maupun anorganik.

Seluruh kegiatan di lapangan akan berada di bawah koordinasi lurah dan camat sehingga pengawasan serta pendampingan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Upaya masif tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pemerintah Kota Cimahi mencatat adanya tren penurunan volume sampah yang dihasilkan masyarakat, seiring meningkatnya kesadaran warga dalam melakukan pemilahan dan pengolahan sampah di lingkungan masing-masing.

Menurut Rini, capaian tersebut menjadi indikator bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mulai membuahkan hasil positif dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam mengurangi timbulan sampah melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah tangga.

“Keberhasilan mengurangi volume sampah bukan semata-mata hasil kerja pemerintah. Ini juga berkat kesadaran dan keterlibatan masyarakat yang mulai menerapkan pemilahan sampah di rumah. Harapannya, semakin sedikit sampah yang harus dikirim ke TPA Sarimukti sehingga pengelolaan lingkungan di Kota Cimahi menjadi semakin baik,” pungkasnya.

Program Sapu Jagat RT diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mampu memperkuat budaya peduli lingkungan sekaligus menjadikan Cimahi sebagai kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui sinergi pemerintah dan warga. (Bagdja)

Penulis: Bagdja Sukmana Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600