Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Hari Anak Nasional 2026 di Cimahi Bukan Sekadar Seremoni, Ngatiyana Kukuhkan Forum Anak Jati Mandiri dan Serukan Jaga Masa Depan

619
×

Hari Anak Nasional 2026 di Cimahi Bukan Sekadar Seremoni, Ngatiyana Kukuhkan Forum Anak Jati Mandiri dan Serukan Jaga Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Cimahi Ngatiyana (tengah) hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Pemerintah Kota Cimahi, Forum Anak, guru pendamping, serta berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Cimahi 2026 berlangsung dengan semangat berbeda. 

Pemerintah Kota Cimahi tidak hanya menjadikan momentum tahunan tersebut sebagai seremoni, tetapi sekaligus membuka ruang lebih luas bagi anak-anak untuk berani berekspresi, menyampaikan gagasan, berkreasi, hingga mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Example 300x600

Peringatan HAN 2026 yang digelar di Selasar Gedung B Pemerintah Kota Cimahi, Kamis (27/8/2026), semakin istimewa dengan pengukuhan Forum Anak Jati Mandiri Kota Cimahi periode 2026–2028.

Mengangkat tema “Miara Bumi, Ngaraksa Jaga” yang bermakna Merawat Bumi, Menjaga Masa Depan, kegiatan tersebut membawa pesan kuat bahwa masa depan anak tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan yang diwariskan generasi saat ini.

Sekitar 150 peserta dari jenjang SD, SMP, hingga SLB sederajat bersama guru pendamping turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. 

Beragam aktivitas dikemas untuk membangun kesadaran anak mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat keberanian mereka dalam menyampaikan pandangan.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Pemerintah Kota Cimahi, Forum Anak, guru pendamping, serta berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Ngatiyana: Anak Bukan Sekadar Masa Depan, Tapi Bagian dari Pembangunan Hari Ini

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana menegaskan bahwa anak harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan Kota Cimahi.

Mereka bukan hanya generasi penerus yang dipersiapkan untuk masa depan, tetapi juga memiliki hak untuk didengar dan dilibatkan sejak sekarang.

Menurutnya, Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran seluruh pihak bahwa setiap anak berhak mendapatkan kehidupan yang layak, pendidikan, kesempatan berkembang, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Peringatan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan momentum dan komitmen kita bersama dalam memenuhi hak-hak anak dan memastikan setiap anak di Kota Cimahi dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, mandiri, dan memiliki masa depan yang baik,” ujar Ngatiyana.

Ia menilai pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak anak-anak. 

Karena itu, pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan potensinya.

Ngatiyana juga mengingatkan agar tidak ada anak yang merasa terpinggirkan hanya karena perbedaan kondisi sosial, kemampuan maupun latar belakang.

Baginya, setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila diberikan kesempatan, pendampingan dan lingkungan yang tepat.

Forum Anak Jati Mandiri Jadi Wadah Anak Belajar Memimpin

Momentum HAN 2026 juga ditandai dengan pengukuhan pengurus Forum Anak Jati Mandiri Kota Cimahi periode 2026–2028.

Forum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai organisasi pelajar, tetapi menjadi ruang strategis bagi anak-anak untuk belajar berkomunikasi, menyampaikan aspirasi, berorganisasi, membangun kepemimpinan serta ikut memikirkan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan anak dan lingkungan di Kota Cimahi.

Ngatiyana mengapresiasi kepengurusan baru yang berasal dari kalangan pelajar SMA tersebut.

Ia menekankan bahwa kemampuan memimpin tidak semata-mata ditunjukkan dengan posisi atau jabatan, melainkan melalui sikap bertanggung jawab, mampu mendengar dan bersedia bekerja bersama orang lain.

“Kepemimpinan bukan hanya tentang menjadi ketua atau berada di depan. Kepemimpinan adalah tentang mau mendengar, mau melayani, mau bekerja sama, dan berani bertanggung jawab,” kata Ngatiyana.

Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi para pengurus Forum Anak Jati Mandiri yang ke depan diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara anak-anak dengan pemerintah maupun lingkungan sosial di sekitarnya.

Anak Diminta Berani Bicara Saat Mengalami Kekerasan dan Perundungan

Tidak hanya berbicara tentang kreativitas dan kepemimpinan, peringatan HAN di Cimahi juga menjadi pengingat mengenai pentingnya menciptakan ruang yang aman bagi anak.

Ngatiyana mengajak anak-anak agar tidak memilih diam ketika mengalami ataupun menyaksikan tindakan kekerasan, perundungan, maupun diskriminasi.

Anak-anak didorong untuk berani mencari bantuan dengan menyampaikan persoalan kepada orang tua, guru, pendamping, maupun melalui layanan perlindungan anak yang tersedia.

Pesan tersebut dinilai penting karena perlindungan anak tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah.

Keluarga menjadi lingkungan pertama yang membentuk karakter anak. 

Sekolah memiliki peran dalam memberikan pendidikan sekaligus menciptakan ruang belajar yang aman, sedangkan masyarakat turut menentukan apakah lingkungan tempat anak tumbuh benar-benar ramah dan bebas dari kekerasan.

“Investasi terbaik bangsa ini bukan hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi investasi yang paling penting adalah investasi kepada manusia, terutama kepada anak-anak kita,” tegas Ngatiyana.

Dari Memilah Sampah hingga Menghemat Energi

Tema lingkungan yang diangkat dalam HAN 2026 juga menjadi perhatian tersendiri.

Ngatiyana mengajak anak-anak Cimahi memulai kepedulian terhadap bumi melalui kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.

Mulai dari memilah dan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, menghemat air dan listrik, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah maupun rumah.

Menurutnya, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk karakter peduli lingkungan sekaligus memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah titipan untuk generasi yang akan datang. Ketika kita menjaga kebersihan lingkungan dan tidak merusaknya, sesungguhnya kita sedang menjaga kesehatan dan masa depan anak-anak kita sendiri,” ujarnya.

Pesan tersebut sekaligus mempertegas makna tema “Miara Bumi, Ngaraksa Jaga”, bahwa menjaga lingkungan hari ini pada hakikatnya adalah menjaga kehidupan generasi mendatang.

HAN Cimahi Dikemas dengan Edukasi dan Kreativitas

Peringatan Hari Anak Nasional Kota Cimahi 2026 dikemas melalui berbagai kegiatan yang memberikan ruang bagi anak untuk belajar sekaligus menunjukkan kreativitas.

Sejumlah agenda di antaranya talkshow Satu Tetes Indonesia (STI), penampilan seni dan drama musikal Forum Anak, pembacaan Deklarasi Anak, sosialisasi Gemar Makan Ikan, kegiatan mendongeng, hingga talkshow bersama Ketua Forum Anak Daerah Provinsi Jawa Barat Amru Al-Mahdi Ali.

Kegiatan kreasi dengan tema lingkungan juga menjadi bagian dari rangkaian acara.

Kehadiran berbagai aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan terhadap anak tidak harus selalu dilakukan melalui ruang formal. 

Edukasi dapat dikemas melalui seni, dialog, permainan, kreativitas dan pengalaman langsung sehingga lebih dekat dengan dunia anak.

Pemkot Cimahi Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kota Ramah Anak

Pemerintah Kota Cimahi berharap momentum Hari Anak Nasional tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

Lebih jauh, HAN 2026 diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat bahwa menciptakan lingkungan yang ramah anak membutuhkan kerja bersama dan berkelanjutan.

Pemerintah memiliki kewajiban menghadirkan kebijakan dan layanan yang berpihak kepada anak. Namun, keluarga, sekolah, masyarakat dan anak itu sendiri juga memiliki peran yang tidak kalah penting.

Dengan pengukuhan Forum Anak Jati Mandiri periode 2026–2028, Pemkot Cimahi berharap semakin banyak anak yang berani menyampaikan aspirasi, memiliki kepedulian sosial dan lingkungan, serta mampu mengembangkan kepemimpinan sejak usia sekolah.

Menutup pesannya, Ngatiyana meminta para orang tua dan guru tidak pernah lelah memberikan pendidikan, kasih sayang serta keteladanan kepada anak.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak minder dengan usia mereka.

“Jangan pernah merasa kecil karena kalian masih muda. Justru karena masih muda, kalian memiliki energi, kreativitas, keberanian, dan cara pandang yang sangat dibutuhkan. Jadilah anak-anak yang berani bermimpi, berani berprestasi, dan berani berbuat baik untuk lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi penutup yang kuat dalam peringatan HAN 2026 di Kota Cimahi: ketika anak diberikan ruang untuk tumbuh, didengar dan dilindungi, sesungguhnya di sanalah masa depan Kota Cimahi sedang dibangun. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600