BeritaEntertainmentGaya hidupPendidikanRagam Daerah

Hari Anak Nasional 2026 di Cimahi Pecah! Disarpusda dan Kampung Dongeng Sulap Perpustakaan Jadi Surga Literasi, Ratusan Anak Lupakan Gadget

2722
Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi Rusli Sudarmadi, (tengah) bersama Ketua Kampung Dongeng Kak Yeni persiapan akan menonton di studio mini Disarpusda Kota Cimahi

Jawa Barat, Cimahi I secondnewsupdate.co.id – Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Cimahi berlangsung berbeda dari biasanya. 

Tak ada suasana kaku ataupun seremoni formal. Sebaliknya, tawa riang ratusan anak memenuhi setiap sudut Perpustakaan Kota Cimahi dalam kegiatan “Pekan Ceria: Spesial Hari Anak”, hasil kolaborasi Dinas Arsip Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi bersama Kampung Dongeng Cimahi, Sabtu (25/7/2026).

Sebanyak 160 anak memadati perpustakaan untuk mengikuti beragam kegiatan edukatif yang dikemas penuh keceriaan. Mulai dari dongeng inspiratif, permainan interaktif, kreativitas seni, pertunjukan sulap edukatif hingga menikmati Bioskop Mini secara gratis. 

Seluruh rangkaian acara menjadi bukti bahwa perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi ruang bermain, belajar, sekaligus tempat membangun karakter generasi masa depan.

Momentum Hari Anak Nasional kali ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa anak-anak masih bisa menikmati masa kecilnya tanpa harus terus bergantung pada layar gawai.

Kepala Dinas Arsip Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi Dyah Anjuni Lukito (kiri baju hijau) foto bersama anak-anak literasi usai memperingati Hari Anak Nasional (HAN)

Perpustakaan Tak Lagi Sekadar Tempat Membaca, Tapi Ruang Tumbuh Anak Indonesia

Kepala Dinas Arsip Daerah dan Perpustakaan Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukito menegaskan, Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.

Menurutnya, perpustakaan masa kini bukan lagi sekadar tempat meminjam buku, melainkan ruang yang mampu menumbuhkan imajinasi, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, hingga membentuk karakter positif sejak usia dini.

“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca buku, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak untuk belajar, berimajinasi, berkreativitas, dan membangun karakter. Dengan berbagai kegiatan menarik seperti ini kami berharap minat masyarakat terhadap literasi semakin meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, budaya literasi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. 

Karena itu, Disarpusda akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai komunitas literasi, salah satunya Kampung Dongeng Cimahi yang selama ini aktif mendampingi anak-anak.

Literasi Dikemas Menyenangkan, Anak Belajar Sambil Bermain

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi menjelaskan bahwa konsep Pekan Ceria sengaja dirancang agar anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Ketua Kampung Dongeng Kota Cimahi Yeni yang akrab dipanggil Kak Yeni saat dikonfirmasi

Melalui metode mendongeng, permainan edukatif, aktivitas kreativitas hingga hiburan positif, anak-anak diajak mencintai buku tanpa merasa sedang belajar.

“Kami ingin menghadirkan literasi yang menyenangkan. Melalui dongeng, permainan edukatif, kreativitas, dan hiburan positif, anak-anak dapat belajar sambil bermain. Kami berharap mereka semakin mencintai perpustakaan dan tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca,” katanya.

Melalui Pekan Ceria ini kami berharap anak-anak memiliki pengalaman yang menyenangkan sehingga semakin mencintai perpustakaan dan gemar membaca.

“Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus menumbuhkan minat baca sejak dini.” Pungkasnya.

Kolaborasi untuk Anak Indonesia

Kolaborasi antara Disarpusda Kota Cimahi dengan Kampung Dongeng Cimahi diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi di Kota Cimahi sekaligus menghadirkan ruang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk berkembang.

Kampung Dongeng Cimahi: Hampir 10 Tahun Menjaga Imajinasi Anak Indonesia

Ketua Kampung Dongeng Kota Cimahi Yeni Hadianti atau yang akrab disapa Kak Yeni mengatakan, Kampung Dongeng Cimahi telah berdiri sejak tahun 2016 dan menjadi bagian dari jaringan Kampung Dongeng Indonesia yang didirikan pendongeng nasional Awam Prakoso.

Menurutnya, komunitas tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin renggangnya hubungan emosional antara orang tua dan anak akibat berkurangnya tradisi mendongeng di rumah.

“Anak-anak sekarang lebih banyak bersama gadget dibanding mendengarkan cerita dari orang tuanya. Padahal mendongeng mampu membangun kedekatan emosional, melatih imajinasi, meningkatkan kemampuan bahasa, sekaligus membentuk karakter anak,” ujar Kak Yeni.

Ia menilai Hari Anak Nasional menjadi momentum terbaik untuk mengingatkan para orang tua bahwa kebahagiaan anak tidak harus selalu berasal dari telepon genggam, media sosial maupun permainan daring.

“Anak-anak bisa bahagia hanya dengan buku, cerita, dan dongeng. Bahkan momen ketika orang tua membacakan cerita sebelum tidur akan menjadi kenangan yang terus mereka ingat hingga dewasa,” tuturnya.

Cerita Lokal Cimahi Jadi Media Pendidikan Karakter

Tak hanya membawakan dongeng fabel maupun kisah inspiratif, Kampung Dongeng Cimahi juga aktif mengenalkan budaya lokal melalui cerita-cerita mengenai sejarah dan warisan budaya Kota Cimahi.

Berbagai kisah tentang kawasan bersejarah, Cipageran, Leuwigajah hingga kekayaan budaya lokal dijadikan materi dongeng agar anak-anak semakin mengenal daerahnya sendiri sejak dini.

“Melalui cerita, anak-anak bukan hanya belajar nilai-nilai kehidupan, tetapi juga mengenal identitas daerahnya,” jelas Yeni.

Studio Mini Disarpusda Kota Cimahi, agar anak-anak sekolah dari tingkat SD maupun SMP untuk menghilangkan kecanduan HP atau Gadget game disibukan nonton bersama distudio mini

Kolaborasi yang Sudah Terjalin Hampir Satu Dekade

Kak Yeni mengungkapkan, sejak Kampung Dongeng Cimahi berdiri pada 2016, pihaknya hampir tidak pernah lepas dari kolaborasi dengan Disarpusda Kota Cimahi.

Menurutnya, perpustakaan merupakan mitra strategis bagi komunitas literasi karena memiliki fasilitas yang sangat mendukung berbagai aktivitas edukasi.

Saat ini Kampung Dongeng Cimahi memiliki lebih dari 360 sahabat Kampung Dongeng, sekitar 20 relawan pendongeng aktif, serta lima pendongeng profesional yang rutin mengisi berbagai kegiatan literasi di berbagai daerah.

Menariknya, sebagian besar relawan berasal dari beragam profesi seperti guru, dosen, mahasiswa hingga aktivis sosial yang secara sukarela meluangkan waktu untuk berbagi cerita kepada anak-anak.

Anak-Anak Kini Tak Hanya Mendengar Dongeng, Tapi Menjadi Pendongeng

Dalam momentum Hari Anak Nasional tahun ini, Kampung Dongeng juga memberi ruang bagi anak-anak untuk tampil sebagai pelaku utama.

Sebelumnya mereka mengikuti Kelas Dongeng selama masa liburan sekolah. Hasilnya, pada kegiatan Pekan Ceria mereka dipercaya menjadi pembawa acara, pendongeng, pemandu permainan, hingga mengisi pertunjukan sulap edukatif.

“Kami ingin anak-anak bukan hanya menjadi penonton, tetapi juga berani tampil, percaya diri, mampu bercerita, dan menginspirasi teman-temannya,” kata Yeni.

Membangun Generasi Emas Lewat Cerita dan Literasi

Kolaborasi Disarpusda Kota Cimahi bersama Kampung Dongeng membuktikan bahwa membangun budaya literasi tidak harus dilakukan dengan cara yang membosankan.

Melalui dongeng, permainan edukatif, kreativitas, serta ruang belajar yang ramah anak, perpustakaan menjelma menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus mampu menumbuhkan karakter, empati, keberanian, dan kecintaan membaca.

Perayaan Hari Anak Nasional 2026 di Kota Cimahi pun menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus digital, cerita, buku, dan kebersamaan dengan orang tua tetap menjadi hadiah terbaik bagi masa depan anak-anak Indonesia. (Bagdja)

Exit mobile version