EntertainmentGaya hidupHukumInformatikaRagam DaerahSejarah

Heboh! Granat Diduga Peninggalan Revolusi Ditemukan Petani di Garut, Tim Gegana Polda Jabar Turun Tangan

118
Proses evakuasi hingga pemusnahan granat dilakukan di area bekas galian C Kampung Nangkaleah, Desa Margaluyu, Kecamatan Leles. Lokasi dipilih karena dinilai aman dan jauh dari permukiman warga. pada Jumat (5/6/2026).

Garut/secondnewsupdate.co.id – Warga Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, digegerkan dengan penemuan sebuah granat yang diduga merupakan peninggalan masa revolusi. 

Benda berbahaya tersebut ditemukan oleh seorang petani saat melakukan aktivitas di sekitar kolam miliknya dan akhirnya dimusnahkan oleh Tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) Satbrimob Polda Jawa Barat.

Proses evakuasi hingga pemusnahan granat dilakukan di area bekas galian C Kampung Nangkaleah, Desa Margaluyu, Kecamatan Leles. Lokasi dipilih karena dinilai aman dan jauh dari permukiman warga. pada Jumat (5/6/2026).

Kapolsek Leles AKP Wawan menjelaskan, granat tersebut pertama kali ditemukan oleh Nur Jatnika (50), warga Kampung Cipondok, Desa Margaluyu, sekitar pukul 14.00 WIB. pada Kamis (4/6/2026).

Saat itu, Nur baru pulang dari kebun dan hendak memperbaiki saluran air menuju kolam miliknya.

Ketika menggali dan membersihkan area sekitar, ia menemukan sebuah benda logam yang bentuknya menyerupai granat militer.

“Setelah melihat bentuk benda tersebut, warga langsung melaporkan kepada aparat karena khawatir benda itu masih aktif dan berbahaya,” ujar Wawan. Sabtu (6/6/2026).

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian segera melakukan langkah pengamanan awal. 

Untuk mengurangi risiko, granat direndam di dalam kolam sambil menunggu kedatangan Tim Jibom Satbrimob Polda Jawa Barat yang memiliki keahlian khusus dalam penanganan bahan peledak.

Tim Gegana kemudian melakukan identifikasi dan pemeriksaan menyeluruh. 

Dari hasil asesmen, granat tersebut dinyatakan harus segera dimusnahkan karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat apabila dibiarkan.

Proses disposal atau pemusnahan dilakukan dengan metode peledakan terkendali menggunakan detonator khusus.

Sebelum peledakan dilakukan, petugas mensterilkan lokasi dan memasang pengamanan berlapis untuk memastikan tidak ada warga yang berada di area berbahaya.

“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Granat berhasil dimusnahkan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan terhadap lingkungan sekitar,” kata Wawan.

Berdasarkan dugaan sementara, granat tersebut merupakan sisa peninggalan konflik bersenjata pada masa revolusi yang selama puluhan tahun tertimbun di dalam tanah sebelum akhirnya ditemukan warga.

Penemuan ini menjadi pengingat bahwa benda-benda berbahaya peninggalan masa lalu masih mungkin ditemukan di berbagai wilayah. 

Karena itu, Polres Garut mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh, memindahkan, atau menyimpan benda yang dicurigai sebagai bahan peledak.

Apabila menemukan benda mencurigakan yang menyerupai granat, amunisi, atau bahan peledak lainnya, masyarakat diminta segera melapor kepada pihak kepolisian atau aparat setempat agar dapat ditangani sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.

Dengan respons cepat aparat kepolisian dan Tim Jibom Polda Jawa Barat, potensi ancaman yang dapat membahayakan warga berhasil dicegah sehingga situasi di Kecamatan Leles tetap aman dan kondusif. (Agung)

Exit mobile version