Sragen, Jateng l secondnewsupdate.co.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026 berlangsung khidmat di halaman Makodim 0725/Sragen, Senin (5/10/2026).
Upacara tersebut dipimpin Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0725/Sragen Mayor Cba Beni Yusdiantoro, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan itu, Kasdim membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh prajurit serta Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Pada kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh prajurit dan ASN TNI, di mana pun berada dan bertugas, atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara,” demikian amanat Panglima TNI yang dibacakan Kasdim.
Panglima TNI juga menegaskan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat terhadap TNI merupakan hasil dari pengabdian yang selama ini diberikan. Kepercayaan tersebut, menurutnya, merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus terus dijaga.
Sejalan dengan itu, negara terus memperkuat TNI melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN TNI serta modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan.
Namun, penguatan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme setiap prajurit sesuai bidang tugas masing-masing.
“Semakin kuat TNI dan semakin modern kemampuannya, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita pikul,” tegasnya.
Panglima TNI mengingatkan bahwa lingkungan strategis saat ini terus mengalami perubahan.
Ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif yang dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi negara, ancaman terhadap keutuhan wilayah, hingga tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Dalam menghadapi berbagai dinamika tersebut, TNI diminta tetap kokoh pada jati dirinya dan memiliki arah pengabdian yang jelas.
Momentum HUT ke-81 TNI pun diharapkan menjadi tonggak untuk memperteguh tekad dalam menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara sebagai modal utama mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.
Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI menekankan pentingnya menjadikan nilai PRIMA sebagai budaya dalam setiap pengabdian prajurit dan ASN TNI.
PRIMA tersebut merupakan akronim dari Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian TNI kepada bangsa dan negara.
Sebagai informasi, perjalanan sejarah TNI berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
BKR kemudian berkembang menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945, Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 29 Januari 1946, hingga akhirnya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 3 Juni 1947.
TNI dibentuk sebagai kekuatan pertahanan negara untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan merupakan bagian dari sejarah panjang perjuangan rakyat dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Agus Kemplu)
















