EkonomiInformatikaRagam DaerahTeknologi

Indosat Gelar Program GenSi untuk Dorong UMKM Manfaatkan Konektivitas Digital

140
Para pelaku UMKM melakukan pelatihan Generasi Terkoneksi (GenSi) yang digelar IOH, Rabu(24/12/2025). (Foto:Krist)

SNU//Tasikmalaya – Melalui pelatihan strategi digital dan pembuatan konten, program Generasi Terkoneksi (GenSi) membekali pelaku UMKM agar lebih siap bersaing di era ekonomi digital.

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menyelenggarakan program Corporate Social Responsibility (CSR) Generasi Terkoneksi (GenSi) yang diikuti lebih dari 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Kegiatan bertajuk “Mengubah Konektivitas Menjadi Keuntungan” ini digelar di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Rabu (24/12/2025).

Pendiri OK OCE Indonesia, Dr. Indra Cahya Uno, menyampaikan bahwa program GenSi dirancang untuk memastikan konektivitas digital tidak hanya berhenti pada ketersediaan infrastruktur, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan seperti institusi pendidikan dan praktisi industri, Indosat mendorong UMKM dan generasi muda memperoleh pembekalan yang relevan, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan usaha di lapangan, sehingga teknologi dapat menjadi pendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, program GenSi merupakan bentuk kolaborasi sektor swasta dan dunia pendidikan untuk mendorong pemanfaatan konektivitas digital secara berdampak. Fokus utama kegiatan ini adalah membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan visibilitas, pemasaran, dan penjualan usaha.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mengikuti rangkaian sesi yang disusun bertahap, mulai dari penguatan mindset UMKM modern, penguatan komunitas dan ekosistem digital, hingga melihat konektivitas sebagai peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara kolaboratif.

Hal senada disampaikan Chief Marketing Officer Ratban, Ridwanul Karim. Ia menjelaskan bahwa peserta dibekali pemahaman strategi pemasaran digital yang realistis sesuai kapasitas UMKM. 

Selain materi teori, peserta juga belajar membuat konten visual berupa foto produk dan video pendek, termasuk teknik komposisi, pencahayaan, framing, serta praktik langsung dengan sesi evaluasi karya.

“Melalui rangkaian sesi ini, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga membawa pulang bekal yang bisa langsung diterapkan untuk mendukung penjualan dan pengembangan usaha. Dengan fondasi yang tepat, strategi yang relevan, dan keterampilan praktis, UMKM diharapkan semakin siap memanfaatkan konektivitas digital,” jelasnya.

Sementara itu, Community Engagement and Government Relations Manager UMN, Andy Firmansyah, S.I.Kom., M.M, menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bentuk sinergi nyata antara dunia industri dan pendidikan.

“Program ini memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan UMKM, karena materi yang disampaikan bukan hanya konseptual, tetapi juga aplikatif. Pendekatan seperti ini penting untuk menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan proses pembelajaran,” ungkapnya.

UMN juga berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan UMKM dan penguatan kapasitas masyarakat, sehingga konektivitas digital dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi.

(Krist)

Exit mobile version