BeritaEkonomiInformatikaRagam Daerah

Inflasi Deli Serdang Turun ke 3,80 Persen, Terendah di Kelas Menengah Sumut

57
Upaya keras dan terorganisir Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan (tengah) bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuahkan hasil signifikan.

Deli Serdang Sumatera Utara// secondnewsupdate.co.id – Upaya keras dan terorganisir Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuahkan hasil signifikan. 

Kabupaten Deli Serdang berhasil menekan inflasi hingga 3,80 persen per Januari 2026, sekaligus mencatatkan diri sebagai daerah dengan inflasi terendah di kategori kabupaten/kota kelas menengah di Sumatera Utara.

Capaian ini menjadi sorotan karena sebelumnya Deli Serdang sempat berada di posisi tertinggi inflasi Year-on-Year (y-on-y) dengan angka 6,8 persen. 

Kini, berkat intervensi kebijakan yang konsisten, laju inflasi berhasil ditekan hampir setengahnya.

Bupati Asri Ludin Tambunan dikenal hampir setiap hari turun langsung ke lapangan bersama OPD terkait.

Keberhasilan tersebut juga menempatkan Deli Serdang sebagai penopang stabilitas ekonomi Sumatera Utara, bahkan unggul dibandingkan sejumlah kota besar seperti Pematangsiantar dan Padangsidimpuan.

Data BPS Perkuat Prestasi

Berdasarkan laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara per Januari 2026, inflasi y-on-y Sumut tercatat 3,81 persen. Adapun peringkat inflasi kabupaten/kota adalah sebagai berikut:

Kota Gunungsitoli: 8,68%, Kota Sibolga: 5,28%, Kota Padangsidimpuan: 4,99%, Kota Pematangsiantar: 4,70%, Kabupaten Deli Serdang: 3,80%, Kabupaten Labuhanbatu: 3,73%, Kota Medan: 3,70%, Kabupaten Karo: 2,73%

Dengan capaian tersebut, Deli Serdang berada di peringkat keenam terendah se-Sumut, sebuah lompatan signifikan dalam pengendalian inflasi daerah.

Strategi Lapangan Jadi Kunci

Penurunan inflasi ini bukan kebetulan. 

Bupati Asri Ludin Tambunan dikenal hampir setiap hari turun langsung ke lapangan bersama OPD terkait. 

Fokus utama diarahkan pada peningkatan produksi pertanian, stabilisasi harga bahan pokok, serta penguatan UMKM lokal.

Selain itu, Pemkab Deli Serdang mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Inflasi Daerah yang memantau 156 komoditas pemicu inflasi secara rutin.

“Kami mengintensifkan operasi pasar murah, subsidi pupuk bagi petani, serta memperkuat kolaborasi dengan Bulog untuk menjaga stabilitas beras. Hasilnya, Deli Serdang mampu keluar dari tekanan inflasi nasional yang fluktuatif,” ujar Bupati Asri Ludin Tambunan.

Deflasi Ringankan Beban Warga

Lebih menggembirakan, Sumatera Utara secara umum mengalami deflasi Month-to-Month (m-to-m) sebesar 0,75 persen dan Year-to-Date (y-to-d) 0,75 persen pada Januari 2026. 

Kondisi ini menandakan penurunan harga secara umum, sehingga meringankan beban masyarakat pasca libur akhir tahun.

Meski inflasi Sumut masih dipengaruhi komoditas dominan seperti tarif listrik, emas perhiasan, beras, ikan dencis, dan daging ayam ras, Deli Serdang mampu meminimalkan dampaknya melalui kebijakan lokal yang adaptif.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Bupati menegaskan, inflasi yang terkendali memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama keluarga kurang mampu dan pelaku usaha kecil.

“Dengan harga kebutuhan pokok yang stabil, daya beli masyarakat terjaga. Warga bisa fokus pada produktivitas, bukan khawatir lonjakan harga,” tegasnya.

Di tengah tantangan global berupa gejolak energi dan ketidakpastian pasokan pangan, Deli Serdang dinilai berhasil membuktikan bahwa tata kelola pemerintahan daerah yang baik (good governance) mampu meredam tekanan ekonomi.

Menuju Ekonomi Berkelanjutan

Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian turut mengapresiasi capaian Sumatera Utara, termasuk Deli Serdang, sebagai contoh praktik baik pengendalian inflasi daerah.

Kabupaten Deli Serdang berhasil menekan inflasi hingga 3,80 persen per Januari 2026, sekaligus mencatatkan diri sebagai daerah dengan inflasi terendah di kategori kabupaten/kota kelas menengah di Sumatera Utara.

Ke depan, Pemkab Deli Serdang berkomitmen menjaga tren positif ini melalui percepatan digitalisasi pasar, penguatan infrastruktur logistik, dan keberlanjutan sektor pertanian.

“Dengan stabilitas ini, Deli Serdang bukan hanya menjaga dompet warga, tetapi juga membangun fondasi ekonomi berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Bupati. (Rizky)

Exit mobile version