AgamaPendidikanRagam Daerah

Integritas Jadi Taruhan! Dewan Hakim MTQ ke-49 Kota Bandung Dikukuhkan, Siap Lahirkan Juara Qurani Tingkat Nasional

114
Pemkot Bandung menegaskan komitmen menjaga objektivitas dan kualitas penilaian MTQ 2026 demi melahirkan qari dan hafiz terbaik yang siap mengharumkan nama daerah.

Pemkot Bandung menegaskan komitmen menjaga objektivitas dan kualitas penilaian MTQ 2026 demi melahirkan qari dan hafiz terbaik yang siap mengharumkan nama daerah.

Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Bandung menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kualitas dan kredibilitas penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-49 Tahun 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengukuhan puluhan Dewan Hakim yang akan bertugas menilai seluruh cabang perlombaan secara profesional, objektif, dan berintegritas.

Pengukuhan Dewan Hakim yang dirangkaikan dengan kegiatan orientasi berlangsung di Sari Ater Kamboti Hotel, Sabtu (20/6/2026).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Bandung.

Dalam sambutannya, Iskandar menegaskan bahwa keberadaan Dewan Hakim memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan kualitas pelaksanaan MTQ. Menurutnya, para hakim bukan hanya bertugas memberikan nilai, tetapi juga memegang amanah besar dalam menentukan lahirnya qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, hingga peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Kota Bandung di tingkat Provinsi Jawa Barat bahkan nasional.

“Kehadiran bapak dan ibu Dewan Hakim bukan sekadar memenuhi undangan kedinasan. Ini merupakan panggilan amanah yang mulia. Di pundak bapak dan ibu dipertaruhkan integritas, kualitas, serta kesucian pelaksanaan MTQ demi menghasilkan peserta terbaik yang akan membawa nama baik Kota Bandung,” ujar Iskandar.

Ia menekankan, MTQ tidak boleh dipandang hanya sebagai ajang perlombaan membaca atau menghafal Al-Qur’an. 

Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana membangun karakter umat, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan membentuk generasi Qurani yang mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Iskandar, tema MTQ ke-49 Kota Bandung tahun ini, yakni “Membumikan Al-Qur’an, Membangun Kota Bandung yang Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis (UTAMA)”, harus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui perilaku, etos kerja, dan karakter masyarakat.

“Nilai-nilai luhur Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada bacaan semata. Nilai tersebut harus menjadi pedoman dalam bekerja, bermasyarakat, dan membangun peradaban Kota Bandung yang lebih maju, religius, dan berdaya saing,” katanya.

Iskandar juga mengingatkan seluruh Dewan Hakim agar senantiasa menjaga independensi selama proses penilaian berlangsung. 

Ia menegaskan terdapat tiga prinsip utama yang wajib menjadi pegangan seluruh hakim, yakni memberikan penilaian secara jujur dan transparan tanpa intervensi, melakukan penilaian secara cermat sesuai ketentuan yang berlaku, serta menjadikan tugas sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada Al-Qur’an.

Menurutnya, kualitas hasil MTQ sangat bergantung pada integritas para hakim. Oleh karena itu, profesionalitas dan keadilan menjadi kunci utama agar peserta terbaik benar-benar terpilih berdasarkan kemampuan dan prestasi.

“Dengan komitmen, kejujuran, dan keadilan para Dewan Hakim, Insyaallah MTQ ke-49 akan melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kota Bandung di tingkat provinsi maupun nasional,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-49 Tingkat Kota Bandung, Saripudin, menjelaskan bahwa orientasi digelar sebagai upaya menyamakan persepsi seluruh unsur penilai sehingga proses penjurian dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Sebanyak 74 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang terdiri dari 68 Dewan Hakim dan enam orang panitia pelaksana. 

Dalam orientasi tersebut para peserta mendapatkan pembekalan mengenai mekanisme penilaian, kode etik, standar kompetensi, serta berbagai aspek teknis yang harus diterapkan selama pelaksanaan MTQ.

“Kami ingin memastikan seluruh proses penilaian berjalan objektif, profesional, dan menghasilkan juara yang benar-benar berkualitas untuk mewakili Kota Bandung pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat hingga tingkat nasional,” kata Saripudin.

Pemkot Bandung memandang MTQ sebagai salah satu instrumen penting dalam pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keagamaan. 

Selain menjadi ajang syiar Islam, MTQ juga menjadi wadah pembinaan generasi muda agar semakin mencintai, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pengukuhan dan orientasi Dewan Hakim ini, Pemerintah Kota Bandung berharap penyelenggaraan MTQ ke-49 tidak hanya sukses dari sisi teknis pelaksanaan, tetapi juga mampu memperkuat gerakan membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat serta melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan siap menjadi kebanggaan Kota Bandung di tingkat yang lebih tinggi. (Burhan)

Exit mobile version