BeritaEkonomiInformatikaRagam Daerah

Investasi Rp3,5 Triliun! Dedi Mulyadi Tinjau Proyek Data Center Raksasa di Jabar, Serap Listrik 120 MW dan Berdiri 5 Lantai

115

Bandung Jabar l secondnewsupdate.co.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau rencana pembangunan pusat data (data center) bernilai investasi sekitar Rp3,5 triliun yang diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur teknologi informasi berskala besar di Jawa Barat.

Proyek strategis tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dengan bangunan utama setinggi lima lantai. 

Pembangunan pusat data ini menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur digital yang membutuhkan dukungan pasokan listrik berkapasitas besar, jaringan air bersih, serta kesiapan perizinan.

Dalam peninjauan tersebut, Dedi Mulyadi berdialog langsung dengan pihak pengembang untuk menggali lebih jauh mengenai nilai investasi, kapasitas teknologi, kebutuhan energi, hingga kesiapan sarana pendukung sebelum pembangunan dimulai.

Berdasarkan pemaparan pihak pengembang, pusat data tersebut dirancang memiliki kapasitas daya hingga 120 megawatt (MW), dengan kebutuhan pasokan listrik yang direncanakan bersumber dari PT PLN (Persero).

Besarnya kebutuhan energi itu menunjukkan bahwa fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung operasional komputasi dan penyimpanan data dalam skala besar. 

Infrastruktur seperti ini membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan sistem pendukung yang mampu menjaga operasional pusat data secara berkelanjutan.

Investasi Rp3,5 Triliun, Bangunan Lima Lantai Disiapkan

Dalam dialog bersama pengembang, Dedi Mulyadi memperoleh penjelasan bahwa nilai investasi yang disiapkan untuk proyek tersebut mencapai sekitar Rp3,5 triliun.

Angka tersebut menggambarkan besarnya skala pembangunan infrastruktur digital yang tengah direncanakan. 

Gedung pertama akan dibangun di atas lahan seluas 8.000 meter persegi, dengan rancangan bangunan lima lantai dan ketinggian yang diperkirakan mencapai sekitar 50 meter.

Dedi juga menanyakan tahapan pembangunan, termasuk kesiapan perizinan dan dokumen lingkungan. 

Pihak pengembang menyampaikan bahwa sejumlah proses perizinan masih berjalan dan diharapkan dapat diselesaikan seiring dengan tahapan persiapan proyek.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi menekankan pentingnya percepatan proses pembangunan agar rencana investasi dapat segera direalisasikan, tentunya dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan dan persyaratan yang berlaku.

Kebutuhan Listrik dan Air Bersih Jadi Perhatian

Selain pembangunan fisik, ketersediaan infrastruktur penunjang menjadi salah satu perhatian utama dalam peninjauan tersebut.

Dengan kapasitas daya yang direncanakan mencapai 120 MW, pasokan listrik dari PLN menjadi faktor penting bagi kelangsungan operasional pusat data. 

Stabilitas energi diperlukan untuk menjaga perangkat teknologi tetap bekerja, termasuk sistem penyimpanan data dan pendinginan ruangan yang menjadi bagian penting fasilitas tersebut.

Dedi Mulyadi juga menyoroti kebutuhan air bersih yang akan digunakan untuk mendukung operasional gedung. 

Dalam dialog tersebut, jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dibahas sebagai salah satu sumber pasokan air bersih bagi kawasan pusat data.

Ia meminta agar kesiapan jaringan air benar-benar diperhatikan, termasuk kontinuitas distribusi, sehingga kebutuhan operasional perusahaan dapat terpenuhi tanpa mengganggu pelayanan air bersih bagi masyarakat sekitar.

Pihak pengembang menyampaikan bahwa koordinasi terkait jaringan air bersih telah dilakukan. Bahkan, pengembangan jaringan dan peningkatan kapasitas instalasi pengolahan air (IPA) diharapkan dapat menunjang kebutuhan kawasan tersebut.

Dedi turut mengingatkan pentingnya pelayanan air yang andal, mengingat kebutuhan fasilitas industri berskala besar harus dikelola secara terencana dan terintegrasi dengan layanan masyarakat.

Faktor Keamanan Wilayah Jadi Pertimbangan

Dalam penjelasan kepada Gubernur, pihak pengembang menyebutkan bahwa pemilihan lokasi pembangunan mempertimbangkan aspek keamanan dan kondisi geografis kawasan.

Lokasi tersebut dinilai memiliki sejumlah karakteristik yang mendukung pengembangan pusat data, antara lain berdasarkan pertimbangan risiko banjir, aktivitas kegempaan, serta jarak dari kawasan gunung berapi.

Faktor-faktor tersebut menjadi aspek penting dalam menentukan lokasi pusat data, mengingat fasilitas ini membutuhkan perlindungan infrastruktur, kestabilan operasional, dan mitigasi risiko bencana dalam jangka panjang.

Meski demikian, kesiapan lokasi tetap perlu didukung kajian teknis dan mitigasi risiko yang komprehensif, termasuk perencanaan sistem cadangan energi, keamanan bangunan, serta perlindungan terhadap potensi gangguan lingkungan.

Dorong Penguatan Infrastruktur Digital Jawa Barat

Rencana investasi pusat data senilai Rp3,5 triliun ini berpotensi menambah kapasitas infrastruktur digital di Jawa Barat. 

Keberadaan fasilitas tersebut dapat mendukung kebutuhan penyimpanan, pengolahan, dan pengelolaan data bagi berbagai sektor yang semakin bergantung pada teknologi informasi.

Pusat data merupakan salah satu infrastruktur penting dalam ekosistem ekonomi digital, mulai dari layanan berbasis internet, komputasi awan (cloud computing), hingga pengelolaan sistem informasi perusahaan.

Di sisi lain, realisasi proyek ini juga memerlukan perencanaan matang, terutama dalam pemenuhan kebutuhan energi, air bersih, tata ruang, pengelolaan lingkungan, dan kepatuhan terhadap seluruh perizinan.

Pemerintah daerah dan pihak pengembang diharapkan dapat membangun koordinasi yang baik agar investasi tersebut berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat ekonomi bagi wilayah sekitar.

Dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah, proyek ini menjadi salah satu rencana pengembangan infrastruktur digital berskala besar yang perlu dikawal secara transparan, mulai dari tahapan persiapan, pembangunan, hingga operasional.

Peninjauan Dedi Mulyadi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan berbagai kebutuhan dasar proyek, mulai dari listrik, air bersih, hingga perizinan, mendapatkan perhatian sejak awal agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. (Burhan)

Exit mobile version