Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang jatuh pada 1 Mei, jajaran kepolisian di wilayah Kota Cimahi mulai mematangkan langkah antisipasi.
Fokus utama diarahkan pada pengamanan keberangkatan hingga kepulangan para buruh yang akan mengikuti rangkaian kegiatan di luar daerah.
Sejumlah skenario pengamanan telah disiapkan oleh aparat guna memastikan seluruh proses berjalan aman dan tertib.
Tidak hanya pengawalan di titik kumpul, pengamanan juga diperluas hingga jalur perjalanan yang akan dilalui rombongan pekerja.
Kapolres Cimahi, Niko N Adi Saputra, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan ruang bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara damai.
Namun di sisi lain, aspek keselamatan dan ketertiban tetap menjadi prioritas utama.
“Kami ingin seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan. Aspirasi tetap tersampaikan, tapi situasi harus tetap kondusif,” ujar Niko. Selasa (28/4/2026).
Dalam upaya memperkuat kesiapan, kepolisian juga menggandeng berbagai elemen serikat pekerja baik dari Cimahi maupun wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Komunikasi intens dilakukan untuk menyamakan persepsi, termasuk terkait teknis keberangkatan dan pengaturan massa.
Pengaturan waktu keberangkatan menjadi salah satu strategi penting. Rombongan buruh direncanakan berangkat secara bertahap guna menghindari penumpukan kendaraan yang berpotensi memicu kemacetan, terutama di jalur utama menuju luar kota.
Selain itu, aparat juga menyiapkan pengawalan ketat melalui satuan lalu lintas di sejumlah titik strategis.
Setiap rombongan akan dipantau secara berkala untuk memastikan perjalanan tetap aman, sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan.
Tak hanya pengamanan fisik, dukungan teknis juga turut disiapkan. Mulai dari koordinasi armada transportasi, pengaturan konsumsi, hingga sistem komunikasi lapangan diperkuat agar setiap potensi kendala dapat diatasi dengan cepat.
Evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya turut menjadi bahan perbaikan. Polisi mengantisipasi persoalan klasik seperti peserta tertinggal, kesalahan pendataan, hingga potensi kehilangan barang, agar tidak kembali terulang pada tahun ini.
Niko juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sikap selama mengikuti kegiatan di luar daerah, khususnya saat berada di wilayah Jakarta.
“Jaga nama baik daerah, sampaikan aspirasi dengan cara yang santun dan damai,” pesannya.
Dengan langkah antisipatif yang matang dan sinergi antara aparat serta serikat pekerja, peringatan May Day 2026 diharapkan tidak hanya berjalan aman, tetapi juga menjadi momentum positif bagi perjuangan buruh. (Bagdja)
