EkonomiRagam Daerah

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemkot Cimahi Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil

250
Walikota Cimahi Ngatiyana saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar Atas dalam jelang Nataru harga masih stabil

SNU//Cimahi -:Wali Kota Cimahi Ngatiyana turun langsung didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cimahi Ahmad Nuryana, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Tita Mariam, unsur Disdagkoperin, Kejaksaan Negeri, Polres Cimahi, serta Kodim 0609.

Dalam sidak tersebut, Ngatiyana berdialog dengan pedagang guna memastikan stok dan perkembangan harga sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, hingga cabai. Hasilnya, sebagian besar komoditas pangan masih berada pada harga stabil dan terjangkau.

“Untuk harga beras relatif stabil. Beras premium masih di kisaran Rp15.000 per kilogram dan beras medium sekitar Rp13.000 per kilogram. Tidak ada kenaikan dan ini masih standar, mudah-mudahan tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Ngatiyana. Rabu (24/12/2025).

Walikota Cimahi Ngatiyana saat berbincang-bincang dengan pedagang daging Hayam di pasar atas

Ia menyebut harga bawang merah masih stabil, sementara bawang putih mengalami kenaikan tipis. Sebaliknya, harga cabai merah dan cabai kecil justru turun hampir 50 persen, dari sekitar Rp60.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.

“Yang mengalami kenaikan hanya cabai rawit hijau. Sementara cabai jenis lain justru turun cukup signifikan,” katanya.

Ngatiyana juga menyampaikan adanya kenaikan pada telur dan daging ayam, namun masih dalam batas wajar. Saat ini harga telur berada di kisaran Rp30.000–Rp31.000 per kilogram dari sebelumnya Rp28.000, sedangkan harga ayam masih di bawah Rp40.000 per kilogram.

Untuk daging sapi, harga masih berada di angka Rp130.000 per kilogram.

Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli, Pemkot Cimahi terus menggencarkan operasi pasar murah dan menyalurkan bantuan pangan melalui program SiBesti (Siapkan Beras untuk Masyarakat Kota Cimahi) yang merupakan hasil koordinasi dengan Pemprov Jawa Barat.

Harga telur naik tipis, dan masih wajar dapat dibeli oleh masyarakat Cimahi

“Kami mengalokasikan bantuan beras bagi masyarakat yang membutuhkan di setiap kelurahan. Beras dijual di bawah harga pasar sebagai upaya membantu ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan pedagang mengenai turunnya daya beli, Ngatiyana menilai kondisi tersebut masih terkendali karena kenaikan harga tidak terjadi secara merata.

“Yang penting beras tidak naik. Itu faktor utama. Selama harga beras stabil, masyarakat masih bisa bertahan,” tegasnya. (Bagdja)

Exit mobile version