Garut/secondnewsupdate.co.id – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, turun langsung meninjau lokasi jembatan penghubung strategis antara Desa Kadongdong dan Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, yang putus akibat diterjang banjir bandang, Jumat (8/5/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan pembangunan jembatan gantung permanen yang akan didanai pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, Kepala Dinas Sosial, jajaran kecamatan, serta pemerintah desa setempat, Syakur menegaskan pembangunan jembatan baru menjadi prioritas untuk memulihkan akses vital masyarakat yang selama ini terganggu.
“Diharapkan ini bisa diselesaikan dalam waktu secepat-cepatnya karena kita mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Semoga masyarakat di sini mendukung kegiatan ini sehingga proses pembangunan berjalan lancar sesuai harapan,” ujar Syakur di lokasi.
Jembatan tersebut sebelumnya hanyut diterjang banjir bandang dan membuat konektivitas warga dua desa terputus.
Selama beberapa tahun terakhir, masyarakat hanya mengandalkan jembatan darurat hasil swadaya untuk aktivitas sehari-hari.
Kepala Dinas PUPR Garut, Agus Ismail, menjelaskan proyek pembangunan ini merupakan bagian dari program Kementerian PU dalam meningkatkan aksesibilitas menuju layanan pendidikan dan kesehatan di wilayah terpencil.
Menurut hasil kajian teknis, jembatan gantung yang akan dibangun memiliki bentang utama sekitar 80 meter.
Selain itu, akan dilengkapi bentang tambahan atau sayap sepanjang 13 meter di sisi kiri dan kanan, sehingga total panjang keseluruhan mencapai lebih dari 100 meter.
“Alhamdulillah, melalui dorongan Pak Bupati, kita akan berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk membuka akses jalur pendekat atau oprit, baik di Desa Kadongdong maupun Desa Padahurip,” jelas Agus.
Sementara itu, Kepala Desa Kadongdong, Maoluddin Lapit, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah dan pusat terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat Banjarwangi.
Ia menyebut keberadaan jembatan ini sangat penting karena menjadi jalur utama warga Desa Padahurip menuju pusat kota, termasuk bagi pelajar, petani, hingga masyarakat yang mengakses layanan kesehatan.
“Ini akses vital masyarakat. Anak sekolah lewat sini, petani membawa hasil panen juga lewat sini. Mudah-mudahan pembangunan jembatan ini bisa segera terealisasi dan membawa dampak ekonomi bagi warga,” kata Maoluddin.
Diketahui, jembatan lama yang menghubungkan kedua desa tersebut hanyut sejak 2022.
Kehadiran jembatan gantung permanen diharapkan dapat kembali menghidupkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Garut. (Asan/Agung)
