Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaHukumPeristiwaRagam Daerah

Jeritan Petani Penggarap di Puskagro Tangerang, Keluhkan Lahan Terbengkalai dan Minim Dukungan Perusahaan

620
×

Jeritan Petani Penggarap di Puskagro Tangerang, Keluhkan Lahan Terbengkalai dan Minim Dukungan Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Para petani penggarap mengeluhkan minimnya dukungan terhadap pengelolaan lahan pertanian yang dinilai belum optimal, meski kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi pangan lokal.

Tangerang/secondnewsupdate.co.id – Kondisi pertanian di kawasan Pusat Kawasan Agro (Puskagro), Desa Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, menuai sorotan. 

Para petani penggarap mengeluhkan minimnya dukungan terhadap pengelolaan lahan pertanian yang dinilai belum optimal, meski kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi pangan lokal.

Example 300x600

Keluhan ini mencuat setelah pengelola kawasan disebut membentuk anak perusahaan bernama PT Gemilang Pangan Raharja (GPR). 

Kehadiran perusahaan tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak produktivitas pertanian, khususnya dalam menghidupkan kembali lahan-lahan tidur yang selama ini belum tergarap maksimal.

Namun, harapan para petani justru berbanding terbalik dengan realita di lapangan.

Menurut sejumlah petani penggarap, perhatian yang diberikan dinilai lebih banyak berfokus pada pengamanan aset dibandingkan pengembangan sektor pertanian secara menyeluruh.

“Yang kami rasakan, perhatian lebih banyak ke aset dan keamanan. Padahal petani butuh dukungan nyata agar lahan yang ada bisa produktif,” ujar salah satu petani penggarap yang enggan disebutkan namanya, Minggu (17/5/2026).

Para petani mengaku selama ini hanya difasilitasi sebatas akses lahan. Sementara kebutuhan penting seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), bibit, pupuk, hingga modal usaha masih harus mereka cari sendiri, termasuk mencari investor atau pihak pendukung dari luar.

Kondisi tersebut dinilai memberatkan, terutama bagi petani kecil yang memiliki keterbatasan modal.

Padahal, keberadaan perusahaan yang bergerak di sektor pangan seharusnya dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penyediaan sarana produksi, pendampingan teknologi, hingga akses pemasaran hasil panen.

Minimnya dukungan ini juga berdampak pada masih banyaknya lahan tidur di kawasan Puskagro yang belum tersentuh pengelolaan maksimal. 

Jika kondisi ini terus berlangsung, potensi kawasan sebagai sentra pertanian modern di Tangerang dikhawatirkan tidak akan berkembang optimal.

Para petani berharap ada evaluasi serius terhadap pengelolaan kawasan Puskagro, sehingga keberadaan perusahaan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi penggarap dan masyarakat sekitar.

“Kami tidak meminta berlebihan. Yang kami butuhkan hanya dukungan supaya bisa bertani dengan layak dan hasilnya maksimal. Kalau lahannya luas tapi petani jalan sendiri, tentu berat,” tambah petani lainnya.

Persoalan ini dinilai penting mengingat sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah.

Dukungan dari pengelola kawasan, perusahaan, serta pemerintah daerah dibutuhkan agar kawasan Puskagro tidak hanya menjadi aset administratif, tetapi benar-benar menjadi pusat produksi pangan yang hidup dan produktif.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola maupun PT Gemilang Pangan Raharja terkait keluhan para petani tersebut. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600