EkonomiRagam DaerahSosial

Kabar Gembira! 100 Pengayuh Becak di Cimahi Terima Bantuan Becak Listrik Prabowo, Nilainya Tembus Rp2,2 Miliar

611
Sebanyak 100 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diserahkan kepada para penerima manfaat melalui fasilitasi Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Selasa (20/10/2026).

Cimahi, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Kabar menggembirakan datang bagi para pengayuh becak di Kota Cimahi, Jawa Barat. 

Sebanyak 100 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto diserahkan kepada para penerima manfaat melalui fasilitasi Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Selasa (20/10/2026).

Penyerahan bantuan yang berlangsung di kawasan Technopark Kota Cimahi di jl Baros Cimahi Selatan, itu diharapkan menjadi titik awal perubahan bagi para pengayuh becak, terutama dalam meringankan beban fisik saat bekerja sekaligus menunjang produktivitas untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat. 

Hadir pula perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat, anggota DPRD Kota Cimahi Bambang Purnomo (Ketua DPC Partai Gerindra Cimahi), H Barkah Setiawan, dari Fraksi Gerindra, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), serta para penerima bantuan.

Program ini menjadi perhatian karena becak bukan sekadar kendaraan transportasi tradisional, melainkan juga sumber penghidupan bagi masyarakat yang setiap hari mengandalkan tenaga fisik untuk memperoleh penghasilan.

Dengan hadirnya becak listrik, para penerima diharapkan memiliki sarana kerja yang lebih memudahkan aktivitas mereka, sekaligus membuka peluang untuk mempertahankan usaha transportasi tradisional di tengah perkembangan zaman.

Dari Target 40 Unit, Cimahi Justru Mendapatkan 100 Becak Listrik

Dalam sambutannya, Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengungkapkan rasa syukur karena jumlah bantuan yang diterima ternyata melampaui rencana awal.

Semula, bantuan tersebut diperkirakan menjangkau sekitar 40 pengayuh becak. Namun, dalam pelaksanaannya, Kota Cimahi memperoleh alokasi sebanyak 100 unit becak listrik.

“Awalnya direncanakan hanya 40 orang, tetapi alhamdulillah Kota Cimahi mendapatkan 100 becak listrik. Ini tentu menjadi bantuan yang sangat berarti bagi para pengayuh becak,” ujar Ngatiyana.

Bertambahnya jumlah penerima tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat program, khususnya bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari jasa transportasi becak.

Bagi para pengayuh, kendaraan tersebut bukan hanya alat untuk mencari nafkah, tetapi juga aset produktif yang perlu dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sebanyak 88 Penerima Ber-KTP Cimahi, Sisanya dari Luar Daerah

Ngatiyana menjelaskan, dari total 100 penerima bantuan becak listrik, sebanyak 88 orang tercatat memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Kota Cimahi. 

Sementara itu, 12 penerima lainnya masih menggunakan identitas kependudukan dari luar daerah.

Meski demikian, sebagian penerima yang ber-KTP luar daerah tersebut diketahui telah tinggal dan mencari nafkah di Kota Cimahi.

Pemerintah daerah menyoroti aspek administrasi kependudukan tersebut dan menyebut perlunya koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), terutama untuk memastikan kejelasan data penerima sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Ngatiyana, pendataan dan seleksi penerima telah dilakukan sebelum bantuan disalurkan. 

Program ini diharapkan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan dukungan sarana untuk menunjang pekerjaannya.

Persoalan administrasi kependudukan pun menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan program bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran.

Satu Becak Listrik Bernilai Rp22 Juta, Penerima Diminta Menjaga Amanah

Nilai bantuan yang diterima para pengayuh becak juga tidak sedikit. Ngatiyana menyebut harga satu unit becak listrik mencapai sekitar Rp22 juta.

Dengan nilai tersebut, 100 unit becak listrik yang disalurkan ke Kota Cimahi setara dengan sekitar Rp2,2 miliar, berdasarkan perkiraan harga per unit yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Ngatiyana mengingatkan para penerima agar menjaga, merawat, dan menggunakan kendaraan sesuai tujuan pemberian bantuan.

Ia menegaskan, becak listrik tersebut tidak boleh diperjualbelikan, dialihkan kepada orang lain, ataupun disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Jangan diperjualbelikan, jangan dialihkan kepada orang lain, dan jangan disalahgunakan. Rawat kebersihannya supaya becak listrik ini tetap bisa digunakan untuk mencari nafkah,” pesannya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa bantuan tidak semestinya berhenti pada seremoni penyerahan. 

Kendaraan harus benar-benar digunakan sebagai sarana produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi penerimanya.

Teknologi Listrik Diharapkan Ringankan Beban Pengayuh Becak

Bagi pengayuh becak, pekerjaan sehari-hari menuntut ketahanan fisik yang tidak ringan. 

Mereka harus mengayuh kendaraan, menghadapi kondisi jalan, serta melayani penumpang demi memperoleh pendapatan.

Penggunaan becak listrik diharapkan dapat membantu mengurangi beban tenaga tersebut. 

Dengan dukungan teknologi listrik, pengayuh becak diharapkan dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih mudah dibandingkan hanya mengandalkan tenaga kaki.

Meski demikian, pemanfaatan kendaraan baru ini tetap membutuhkan penyesuaian, terutama dalam hal pengoperasian, perawatan, dan pemahaman terhadap aturan keselamatan di jalan raya.

Karena itu, Ngatiyana mengingatkan para penerima agar terlebih dahulu mempelajari cara mengoperasikan becak listrik sebelum menggunakannya secara rutin untuk melayani penumpang.

Langkah tersebut penting agar teknologi yang diberikan benar-benar membantu pekerjaan, bukan justru menimbulkan risiko bagi pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.

Pemkot Cimahi Siapkan Penataan Jalur dan Operasional

Selain persoalan perawatan kendaraan, pengoperasian becak listrik juga membutuhkan pengaturan agar keberadaannya tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Ngatiyana menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Cimahi akan melakukan penataan ketentuan operasional, termasuk pengaturan jalur serta pembatasan penggunaan pada ruas jalan protokol tertentu.

Para penerima bantuan juga diminta tidak memarkirkan kendaraan secara sembarangan, terutama di lokasi yang berpotensi menghambat arus lalu lintas.

Penempatan becak listrik nantinya perlu memperhatikan ketentuan dan lokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Penataan tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan pengayuh becak untuk mencari nafkah dan kebutuhan masyarakat terhadap ketertiban serta kelancaran lalu lintas.

Dengan demikian, kehadiran becak listrik dapat memberikan manfaat bagi penerima bantuan tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.

Bukan Sekadar Kendaraan, tetapi Harapan untuk Kesejahteraan Keluarga

Ngatiyana berharap bantuan becak listrik dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan ekonomi para penerima.

Ia menekankan pentingnya menjaga kendaraan agar tetap layak digunakan dan mampu menunjang pekerjaan sehari-hari.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para pengayuh becak mempertahankan mata pencaharian, mengurangi beban fisik, serta mendukung pemenuhan kebutuhan keluarga.

Di sisi lain, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah kendaraan yang diserahkan. 

Pemanfaatan yang tepat, perawatan berkala, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta pengawasan penggunaan bantuan juga menjadi bagian penting agar manfaatnya dapat berlangsung lebih lama.

Penyerahan 100 becak listrik di Kota Cimahi pun diharapkan menjadi dorongan bagi para pengayuh untuk terus produktif dengan dukungan sarana kerja yang lebih modern.

Pemerintah daerah juga mengharapkan para penerima dapat menjaga kepercayaan yang diberikan dengan menggunakan kendaraan sesuai peruntukannya.

Bagi para pengayuh becak, bantuan ini diharapkan bukan sekadar kendaraan baru, melainkan sarana untuk terus mencari nafkah, menjaga keberlangsungan usaha, dan memperjuangkan kesejahteraan keluarga. (Bagdja)

Exit mobile version