BeritaGaya hidupRagam Daerah

Kabupaten Tangerang Jadi Percontohan Nasional, Pemkab Muara Enim Belajar Strategi Lindungi 500 Ribu Pekerja Rentan

522
Sekda Soma Atmaja (kedua dari kanan) tegaskan komitmen Pemkab Tangerang memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kolaborasi lintas sektor.

Sekda Soma Atmaja tegaskan komitmen Pemkab Tangerang memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kolaborasi lintas sektor.

Banten, Kab Tangerang l secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali menjadi rujukan nasional dalam penyelenggaraan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hal tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, yang datang untuk mempelajari strategi sukses Kabupaten Tangerang dalam memberikan perlindungan kepada pekerja rentan.

Kunjungan studi komparasi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Kamis (30/7/2026), dengan fokus pada optimalisasi penyelenggaraan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyambut langsung rombongan Pemkab Muara Enim dan menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pekerja sektor informal dan kelompok rentan.

Menurut Soma, sejak tahun 2022 Pemkab Tangerang secara bertahap terus memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hingga kini telah melindungi sekitar 500.000 pekerja.

“Kami menyambut baik dan merasa bangga atas kunjungan persahabatan dari jajaran Pemkab Muara Enim. Kehadiran jaminan sosial bukan sekadar program administratif, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Dengan adanya perlindungan ini, para pekerja dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih tenang karena memiliki jaminan saat menghadapi risiko kerja,” ujar Soma.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Capaian perlindungan terhadap ratusan ribu pekerja rentan merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, BPJS Ketenagakerjaan, perangkat daerah, hingga pemerintah desa dan kelurahan yang secara konsisten melakukan pendataan, edukasi, serta fasilitasi kepesertaan.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai daerah dengan capaian perlindungan pekerja informal yang tinggi di Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, Yulius, mengaku terkesan dengan berbagai inovasi yang diterapkan Pemkab Tangerang. Ia menyebut Kabupaten Tangerang layak menjadi role model nasional dalam penyelenggaraan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal.

“Kami datang ke sini untuk belajar. Berdasarkan data yang kami peroleh, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu daerah terbaik dalam cakupan perlindungan pekerja informal. Kami sangat mengapresiasi keberhasilan melindungi sekitar 500 ribu pekerja, termasuk inovasi sistem pembayaran satu pintu BPJS Ketenagakerjaan bagi aparatur desa yang terbukti berjalan efektif,” ungkap Yulius.

Ia menambahkan, secara nasional cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai sekitar 90 persen, sedangkan kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan masih berada di kisaran 38 persen. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi banyak daerah, termasuk Kabupaten Muara Enim.

Melalui kunjungan kerja ini, Pemkab Muara Enim berharap dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan kepesertaan pekerja rentan. Saat ini cakupan perlindungan pekerja rentan di Muara Enim baru mencapai 34,8 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 59,39 persen pada akhir tahun 2026.

Kunjungan kerja tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarpemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas perlindungan sosial, serta mendorong kesejahteraan masyarakat melalui jaminan sosial ketenagakerjaan yang semakin inklusif. (Dia).

Exit mobile version