EkonomiEntertainmentGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Kanvas Gemilang 2026 Dibuka, Intan Nurul Hikmah Tekankan Inovasi Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

117
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka secara resmi tahapan seleksi wawancara Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Sinergi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Senin (21/09/2026).

Kabupaten Tangerang, Banten l secondnewsupdate.co.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka secara resmi tahapan seleksi wawancara Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Sinergi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Senin (21/09/2026).

Mengusung tema “Transformasi Inovasi untuk Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan Menuju Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing”, ajang Kanvas Gemilang 2026 diarahkan bukan sekadar menjadi kompetisi untuk mencari pemenang.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah lahirnya berbagai gagasan kreatif dan inovatif yang mampu menjawab persoalan masyarakat sekaligus dapat diterapkan secara nyata dalam mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Tangerang.

Intan menegaskan, inovasi yang dihasilkan peserta harus memiliki nilai manfaat dan memungkinkan untuk diimplementasikan. Karena itu, ia meminta agar Kanvas Gemilang tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial maupun sekadar menghasilkan konsep yang sulit diterapkan.

“Jangan cuma seremonial, jangan cuma mencari produk inovasi yang tidak mungkin diimplementasikan di Kabupaten Tangerang. Lomba ini harus bisa menghasilkan inovasi nyata yang mudah diterapkan dan mampu mempercepat pembangunan yang berkualitas,” tegas Intan.

Menurutnya, Kanvas Gemilang merupakan ruang terbuka bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan ide, kreativitas dan gagasan yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Peserta tidak hanya berasal dari kalangan pemerintahan, tetapi juga melibatkan pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, masyarakat hingga perangkat daerah.

Intan menilai keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi di Kabupaten Tangerang. 

Pemerintah, kata dia, tidak mungkin menjalankan seluruh proses pembangunan seorang diri tanpa dukungan dan kolaborasi masyarakat.

“Kabupaten Tangerang ini dalam membangun tidak mungkin bisa sendirian pemerintah. Pasti harus bersama-sama dengan masyarakat. Keterlibatan dan kolaborasi langsung dari seluruh elemen masyarakat sangat menentukan jalannya pembangunan,” ujarnya.

Inovasi Harus Menjawab Tantangan Zaman

Lebih lanjut, Intan mengatakan Kabupaten Tangerang membutuhkan inovasi di berbagai sektor untuk menghadapi tantangan perubahan global, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Karena itu, setiap gagasan yang masuk diharapkan tidak hanya menawarkan sesuatu yang baru, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.

Ia berharap ide-ide yang lahir melalui Kanvas Gemilang 2026 dapat dikembangkan menjadi solusi yang efektif, efisien, mudah diterapkan, serta memiliki keberlanjutan.

“Saya harap inovasi yang masuk tidak hanya berhenti sebagai gagasan dan ide, tapi bisa menjadi sebuah solusi yang mudah diterapkan, efektif dan efisien. Harus memiliki dampak dan keberlanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” harapnya.

Kepada seluruh peserta, Intan juga memberikan apresiasi atas keberanian mereka menuangkan gagasan melalui ajang Kanvas Gemilang 2026.

Ia meminta para peserta tampil percaya diri saat memaparkan inovasi yang telah dikembangkan di hadapan dewan juri dan tim penilai.

“Jangan takut mencoba dan jangan takut berbeda. Tunjukkan bahwa inovasi yang saudara-saudari hadirkan bukan hanya mampu menjawab persoalan hari ini, tetapi juga memiliki manfaat untuk masa yang akan datang,” pesannya.

40 Peserta Masuk Tahap Wawancara

Intan berharap tahapan seleksi wawancara mampu melahirkan para inovator yang tidak hanya kreatif dalam menciptakan gagasan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Tangerang. Ia pun menekankan pentingnya objektivitas dalam proses penilaian. 

Menurutnya, dewan juri dan tim penilai perlu melihat bukan hanya aspek kreativitas, tetapi juga peluang implementasi dan besarnya dampak inovasi tersebut bagi masyarakat.

“Momen wawancara ini bukan akhir perjalanan inovasi. Justru ini harus menjadi alat untuk mengembangkan gagasan menjadi sesuatu yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang Tahun 2026 sendiri menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun ke-394 Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan data panitia, tercatat sekitar 119 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 peserta berhasil lolos seleksi substansi dan berhak mengikuti tahapan wawancara.

Para peserta yang mengikuti kompetisi tersebut terbagi dalam lima kategori, yakni pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, masyarakat, dan perangkat daerah.

Melalui tahapan tersebut, Kanvas Gemilang 2026 diharapkan tidak sekadar melahirkan juara kompetisi, tetapi juga mampu menjadi pintu masuk bagi lahirnya inovasi yang dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. (Dia)

Exit mobile version