BeritaInformatikaRagam Daerah

Kapolrestabes Medan Lantik 64 Pencari Kerja! Program Poliran Jadi Primadona, 97 Warga Masih Mengantre Pelatihan

111
Dalam sambutannya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, Poliran merupakan implementasi program prioritas Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto yang mulai dijalankan sejak 15 Agustus 2026.

Medan, Sumut l  secondnewsupdate.co.id – Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) yang digagas Polrestabes Medan mendapat sambutan antusias masyarakat. 

Sebanyak 64 pencari kerja resmi menyelesaikan pelatihan vokasi, sementara 30 peserta lainnya masih menjalani pelatihan dan 97 warga tambahan masuk daftar tunggu untuk mendapatkan kesempatan serupa.

Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret Polrestabes Medan dalam membantu masyarakat memperoleh keterampilan kerja sekaligus membuka peluang mendapatkan pekerjaan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak secara langsung mengunjungi Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Kamis (29/10/2026). Yang lalu.

Dalam kegiatan tersebut, ia melantik 64 pencari kerja yang telah menyelesaikan pelatihan sekaligus membuka pelatihan bagi 30 peserta lainnya.

Dalam sambutannya, Calvijn mengatakan, Poliran merupakan implementasi program prioritas Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto yang mulai dijalankan sejak 15 Agustus 2026.

Menurutnya, persoalan pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran merupakan tantangan sosial yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Pengurangan angka pengangguran diharapkan turut menekan potensi penyalahgunaan narkoba dan tindak kriminalitas jalanan.

“Persoalan besar yang kita hadapi adalah pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran. Dengan mengurangi pengangguran, kita berharap dapat menekan penyalahgunaan narkoba dan kejahatan jalanan,” ujar Calvijn.

191 Warga Terdata, 64 Tuntaskan Pelatihan

Kapolrestabes Medan menjelaskan, pelaksanaan Poliran diawali dengan pemetaan pencari kerja melalui jajaran kepolisian sektor (polsek).

Pada 15 Oktober 2026, Polrestabes Medan mengundang Balai Latihan Kerja (BLK) dan BBPVP untuk melakukan pemetaan kebutuhan pelatihan bagi masyarakat. 

Langkah tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama bersama BBPVP Medan dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Medan pada 22 Oktober 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 191 warga telah terdata dalam program Poliran. 

Dari jumlah tersebut, 94 orang telah mengikuti pelatihan, dengan rincian 64 orang menyelesaikan pelatihan dan 30 orang masih menjalani proses pembelajaran.

Sementara itu, 97 warga lainnya masih menunggu giliran untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan.

Calvijn menegaskan, Polrestabes Medan berencana kembali merekrut pencari kerja untuk mengikuti gelombang pelatihan berikutnya. Upaya tersebut dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan bekal keterampilan dan kesempatan memasuki dunia kerja.

Tidak berhenti sampai di situ, Polrestabes Medan juga merencanakan penyelenggaraan bursa kerja atau job fair sebagai jembatan antara para lulusan pelatihan dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

“Ke depan, kami juga akan membuka bursa kerja atau job fair. Harapannya, warga tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki akses untuk memperoleh pekerjaan,” katanya.

Polisi Hadir Menjawab Persoalan Sosial

Lebih jauh, Calvijn menyampaikan bahwa Poliran merupakan bagian dari sejumlah program prioritas Polrestabes Medan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Program tersebut meliputi Polisi Peduli Pendidikan, Polisi Peduli Pangan, Polisi Peduli Lingkungan, Subuh Keliling, serta berbagai kegiatan sosial dan pendekatan kemasyarakatan.

Menurutnya, tugas kepolisian tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mencakup upaya membangun kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui program Poliran, kepolisian berupaya mengambil bagian dalam membantu masyarakat meningkatkan keterampilan, memperluas kesempatan kerja, serta membangun kemandirian ekonomi.

BBPVP Medan Siapkan Beragam Kejuruan Vokasi

Sementara itu, Kepala BBPVP Medan Amran, ST, menjelaskan bahwa pelatihan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis (hard skill), tetapi juga membangun sikap kerja dan kemampuan nonteknis (soft skill) yang dibutuhkan dalam dunia industri.

Ia menekankan pentingnya kedisiplinan peserta untuk mengikuti seluruh tahapan pelatihan sejak hari pertama hingga selesai. 

Dengan demikian, peserta memiliki peluang lebih besar untuk menuntaskan program dan memperoleh sertifikasi kompetensi.

Amran menambahkan, pelaksanaan pelatihan dapat dilakukan di lingkungan BBPVP, melibatkan keluarga, maupun langsung di tengah masyarakat sesuai kebutuhan dan karakteristik peserta.

Jenis keterampilan yang diberikan juga harus mempertimbangkan peluang kerja serta kebutuhan pasar tenaga kerja.

“Pelatihan sebaiknya tidak hanya berdasarkan keinginan peserta, tetapi juga disesuaikan dengan peluang dan kebutuhan pasar kerja. Setelah pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta dapat mencari pekerjaan secara mandiri ataupun memanfaatkan jaringan BBPVP dan Apindo.

Sebagai bagian dari pengembangan program, BBPVP Medan bahkan merencanakan pelatihan mekanik dengan menggandeng Indako.

Pelatihan vokasi tersebut turut diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), baik di Kota Medan maupun sejumlah daerah di Sumatera Utara.

Beragam Pilihan Pelatihan, dari Barista hingga Operator Forklift

Sebagai lembaga pelatihan vokasi, BBPVP Medan menyediakan sejumlah kejuruan dengan beragam program keterampilan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Pada Kejuruan Pariwisata, tersedia sembilan program pelatihan, yakni barista, restaurant attendant, commercial cookery, commis pastry, bakery, housekeeping, front office, spa and therapist, serta tour guide.

Sementara itu, Kejuruan Bangunan menyediakan delapan program pelatihan, meliputi surveyor, AutoCAD, SketchUp, cabinet maker, kriya kayu, Archicad, Revit, dan finishing kayu.

Adapun kejuruan pendukung lainnya memiliki enam program pelatihan, yaitu servis sepeda motor konvensional, digital marketing, pengelasan, kelistrikan, Hinode, serta operator forklift.

Beragam pilihan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk meningkatkan kompetensi sesuai minat, kemampuan, sekaligus kebutuhan pasar kerja.

Melalui kolaborasi Polrestabes Medan, BBPVP Medan, dan Apindo, program Poliran diharapkan tidak hanya berhenti pada pemberian pelatihan, tetapi juga mampu mengantarkan para pencari kerja menuju peluang pekerjaan dan kehidupan ekonomi yang lebih mandiri. (Rizky)

Penulis: Rizky Zulianda Editor: Bama
Exit mobile version