BeritaRagam Daerah

Kapolsek Wanaraja Garut Viral Jualan Sate, Tunjukkan Kesederhanaan dan Kerja Keras

124
Kapolsek Wanaraja AKP Abusono, S.H., M.H. tampak mengenakan celemek dan melayani pembeli di sebuah lapak sate yang dikelolanya bersama keluarga.

Kabupaten Garut//secondnewsupdate.co.id – Di balik kewibawaan seragam dinas Kepolisian Republik Indonesia, tersimpan kisah inspiratif tentang kesederhanaan dan kerja keras. 

Sosok Kapolsek Wanaraja, Kabupaten Garut, menjadi perbincangan hangat masyarakat setelah diketahui memiliki usaha sampingan sebagai pedagang sate.

Dalam sebuah kesempatan di luar jam dinas, Kapolsek Wanaraja AKP Abusono, S.H., M.H. tampak mengenakan celemek dan melayani pembeli di sebuah lapak sate yang dikelolanya bersama keluarga. 

Pemandangan tersebut sontak menarik perhatian warga dan viral di media sosial, karena memperlihatkan sisi lain seorang perwira polisi yang tetap rendah hati dan dekat dengan masyarakat.

AKP Abusono menuturkan bahwa usaha berjualan sate tersebut telah dirintis sejak lama sebagai bentuk ikhtiar dan pembelajaran hidup. 

Selain untuk menambah penghasilan keluarga, usaha ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan keluarga sekaligus membangun kemandirian ekonomi.

Inilah tempat mangkal warung sate milik Kapolsek Wanaraja AKP Abusono, S.H., M.H. tampak mengenakan celemek dan melayani pembeli di sebuah lapak sate yang dikelolanya bersama istrinya.

“Tidak ada yang perlu dibanggakan secara berlebihan. Ini hanya usaha kecil, halal, dan menjadi pengingat bahwa rezeki datang dari kerja keras,” ujar AKP Abusono.

Lebih dari sekadar berdagang, kehadiran Kapolsek Wanaraja di tengah masyarakat tanpa sekat jabatan justru menumbuhkan kedekatan emosional. 

Warga menilai sosok tersebut sebagai pemimpin yang membumi, tidak menjaga jarak, dan mampu menjadi teladan bahwa profesi apa pun yang dijalani dengan kejujuran adalah sebuah kehormatan.

Salah seorang warga mengaku terinspirasi dengan sikap Kapolsek Wanaraja. Menurutnya, sosok tersebut membuktikan bahwa jabatan tinggi tidak membuat seseorang lupa akan nilai kesederhanaan.

“Beliau tetap melayani masyarakat, baik saat berdinas maupun saat berjualan,” ungkapnya.

Kisah ini menjadi potret nyata bahwa pengabdian tidak hanya dilakukan di balik meja kantor atau saat mengenakan seragam resmi.

Melalui usaha sate yang dijalani dengan penuh keikhlasan, AKP Abusono, S.H., M.H. menyampaikan pesan moral bahwa kerja keras, kejujuran, dan kerendahan hati merupakan kunci keberhasilan dalam kehidupan. (Agung)

Exit mobile version