EkonomiInformatikaRagam DaerahSosial

Kasad Tinjau Koperasi Merah Putih di Boyolali, Harga Sembako hingga Layanan Pupuk Gratis Jadi Sorotan

112
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi R meninjau operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jumat (16/10/2026).

Boyolali, Jateng | secondnewsupdate.co.id – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi R meninjau operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jumat (16/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kasad didampingi Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin.

Peninjauan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung peran koperasi dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, mendukung aktivitas pertanian, serta mengembangkan potensi ekonomi warga desa.

Saat berdialog dengan pengelola, Kasad menanyakan sejumlah harga kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, dan gas LPG hingga pupuk yang dibutuhkan para petani.

Manajer Kopdes Sobokerto, Desy, menjelaskan bahwa koperasi menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga yang mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Ia menyebutkan, beras SPHP dijual seharga Rp58.500 per kemasan, Minyakita Rp15.700 per liter, sedangkan gas LPG dipasarkan dengan harga Rp18.000.

Tak hanya menyediakan kebutuhan pokok, koperasi juga memberikan kemudahan bagi petani melalui layanan pengantaran pupuk secara gratis menggunakan kendaraan operasional koperasi. 

Layanan ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh sarana pertanian dengan lebih mudah.

Perluas Akses Keuangan dan Pasarkan Produk UMKM

Kopdes Sobokerto juga mengembangkan layanan simpan pinjam dengan dukungan perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). 

Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat sekaligus mendukung kegiatan ekonomi di tingkat desa.

Di sisi lain, koperasi turut membuka peluang pemasaran bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat, khususnya aneka olahan ikan.

Potensi produk tersebut ditopang keberadaan Waduk Cengklik yang dikenal sebagai salah satu sumber daya perikanan di wilayah Boyolali.

Melalui koperasi, produk olahan masyarakat diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah hasil usaha, serta membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM.

Beragam layanan tersebut memperlihatkan bahwa koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai penyedia kebutuhan pokok, tetapi juga berpotensi menjadi penghubung antara sektor pertanian, layanan keuangan, dan pemasaran produk lokal.

Melalui pengelolaan yang profesional dan pelayanan yang berkelanjutan, KDKMP Sobokerto diharapkan semakin berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat desa.

Kehadirannya diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga, mulai dari kemudahan memperoleh kebutuhan sehari-hari hingga terbukanya peluang usaha yang dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat. (Agus Kemplu)

Exit mobile version