HukumKasusKriminal

Kasus Mobil Dibakar OTK, PISN Sumut Tegaskan Tak Ada Kaitannya dengan Relokasi Masjid Al-Ikhlas

131
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Islam Sumatera Nasional (DPW PISN) Sumatera Utara, Amrin Nasution, foto bersama dengan pengurus BKM Masjid Al-Ikhlas Medan

Medan//secondnewsupdate.co.id –Insiden pembakaran mobil milik seorang oknum pengacara oleh orang tidak dikenal (OTK) menuai perhatian berbagai pihak. 

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Islam Sumatera Nasional (DPW PISN) Sumatera Utara, Amrin Nasution, menegaskan agar persoalan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian dan tidak digiring ke isu lain yang berpotensi memicu kegaduhan publik.

Amrin secara khusus menyayangkan adanya upaya mengaitkan peristiwa pidana tersebut dengan polemik relokasi Masjid Al-Ikhlas. Menurutnya, pengaitan tersebut tidak berdasar dan justru berpotensi memperkeruh situasi.

“Peristiwa pembakaran itu tidak terjadi di area masjid. Jadi tidak tepat jika kemudian masjid diseret-seret dalam kasus ini. Serahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengungkap pelaku dan motifnya,” tegas Amrin kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).

PISN Pilih Netral, Fokus Memakmurkan Masjid

Terkait polemik relokasi Masjid Al-Ikhlas, Amrin menegaskan bahwa PISN tidak berpihak kepada kepentingan manapun. 

Ia menilai tugas utama umat Islam adalah memakmurkan masjid, bukan mempertajam konflik.

“Kami tidak berada di posisi mendukung atau menolak pihak tertentu. Fokus kami adalah bagaimana masjid tetap menjadi pusat ibadah dan kemaslahatan umat. Bahkan setiap Jumat, PISN rutin melakukan safari ke masjid-masjid,” ujarnya.

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Ikhlas, Ir. Surachman, menegaskan bahwa pembakaran mobil tersebut merupakan tindak pidana murni yang tidak memiliki hubungan dengan isu relokasi masjid.

Ia juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas apabila terdapat pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan situasi untuk menciptakan keresahan di tengah masyarakat.

“Kalau ada pihak yang sengaja memperkeruh keadaan dengan mengaitkan kejadian ini ke isu masjid, kami minta aparat menindak tegas. Jangan sampai masyarakat terprovokasi,” katanya.

Surachman turut mengimbau masyarakat, khususnya umat Muslim, agar tetap menahan diri dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Apalagi, peristiwa ini terjadi menjelang bulan suci Ramadan.

“Mari kita jaga kondusivitas, jangan melakukan hal-hal yang justru merugikan banyak pihak. Menjelang Ramadan ini, sebaiknya kita perbanyak sikap saling menahan diri dan menjaga persatuan,” pungkasnya.

Hingga kini, kasus pembakaran mobil tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi tersebut. (Rizky)

Exit mobile version