Garut, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Harapan baru hadir di KB Alifya, Kampung Walahir, Desa Cintadamai, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut.
Setelah sebelumnya memiliki bangunan yang dinilai belum memadai dan sebagian masih menggunakan material bambu, satuan pendidikan tersebut kini mulai berbenah melalui program revitalisasi satuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Program revitalisasi tersebut mencakup pembangunan dua Ruang Kelas Baru (RKB) serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Memasuki pekan ketiga pelaksanaan, pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan tujuh pekerja yang berasal dari masyarakat setempat.
Ketua P2SP KB Alifya, Sukarni Mujaki, mengatakan revitalisasi yang diterima sekolah mencakup sejumlah menu pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.
“Menu revitalisasi yang kami terima meliputi Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak dua lokal, ruang administrasi satu lokal, ruang UKS satu lokal, taman atau area bermain, serta meubeler sesuai dengan gambar dan perencanaan yang ada,” ujar Sukarni saat diwawancarai, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Sukarni, proses pembangunan telah berlangsung sekitar tiga minggu. Pelaksanaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan tujuh pekerja lokal.
“Sekarang sudah berjalan sekitar tiga minggu. Untuk pekerjanya ada tujuh orang. Pelaksanaannya secara swakelola, sekaligus sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di wilayah setempat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan revitalisasi juga mendapat pemantauan dari pihak komite. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan sekaligus menjawab kebutuhan sekolah.
Saat ini, KB Alifya memiliki 42 peserta didik yang terbagi dalam dua rombongan belajar (rombel).
Sukarni mengungkapkan, kondisi sarana pendidikan KB Alifya sebelum memperoleh program revitalisasi masih jauh dari memadai. Sebagian bangunan masih menggunakan material bambu, sementara area bermain anak masih berupa tanah.
“Alhamdulillah, program ini sangat tepat sekali. Bangunan sebelumnya memang sangat tidak memadai karena sebagian masih dari bambu. Taman bermain juga masih berupa tanah,” ungkapnya.
Menurutnya, program revitalisasi menjadi momentum penting bagi KB Alifya untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Dengan tersedianya ruang belajar dan fasilitas yang lebih layak, pihak sekolah berharap kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman serta mendukung proses tumbuh kembang anak.
“Dengan adanya program ini tentunya sangat bermanfaat. Harapannya kualitas pembelajaran meningkat, kualitas pendidikan juga meningkat, termasuk kualitas guru-gurunya, sehingga kegiatan belajar anak-anak semakin nyaman dengan dukungan bangunan dan fasilitas yang lebih baik,” pungkasnya.
Sukarni berharap perhatian terhadap peningkatan sarana pendidikan dapat terus berlanjut.
Sebab, selain fasilitas yang tengah direvitalisasi, masih terdapat sejumlah kebutuhan lain yang perlu dibenahi di lingkungan KB Alifya. (Asan)
