Jawa Tengah, Sragen l secondnewsupdate.co.id – Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sragen.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Babinsa Koramil 12/Gesi yang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen menyalurkan bantuan 8.000 liter air bersih kepada warga Desa Srawung, Kecamatan Gesi.
Penyaluran bantuan berlangsung di Dukuh Padas RT 11, Desa Srawung, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Selasa (18/8/2026).
Bantuan air bersih tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.
Babinsa Desa Srawung, Serda M. Yasin, bersama anggota Koramil 12/Gesi turut terjun langsung membantu proses distribusi hingga air bersih diterima masyarakat.
Prioritas pemanfaatan air tersebut terutama untuk kebutuhan konsumsi dan memasak.
Yasin mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat di wilayah binaannya yang terdampak kekeringan.
“Babinsa akan terus memantau kondisi warga, khususnya yang mengalami kesulitan air bersih. Jika kebutuhan meningkat, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat ditunda.
Karena itu, kehadiran Babinsa bersama BPBD diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Kegiatan tersebut juga menjadi bukti nyata sinergitas antara TNI dan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak kekeringan.
Babinsa tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan wilayah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat ketika warga menghadapi kondisi sulit dan membutuhkan bantuan.
Sementara itu, warga Dukuh Padas yang diwakili Purnomo (52) menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, pasokan 8.000 liter air bersih sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk keperluan minum dan memasak.
“Bantuan ini sangat membantu warga, terutama saat air bersih mulai sulit didapat,” pungkasnya. (Agus Kemplu)
















