PendidikanRagam Daerah

KKN-Gradasi 2026 Resmi Dilepas, Bupati Garut Dorong Mahasiswa Turun Langsung Bedah Persoalan Desa

109
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Pendopo Kabupaten Garut, melepas Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN-Gradasi) Tahun 2026.

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id — Pemerintah Kabupaten Garut kembali memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN-Gradasi) Tahun 2026.

Program yang dirancang sebagai ruang kolaborasi akademisi dalam membantu menjawab berbagai persoalan pembangunan tersebut secara resmi dilepas oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (18/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Syakur menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten Garut tidak dapat dilepaskan dari kemajuan desa.

Dengan wilayah yang mencakup 442 desa dan kelurahan, pembangunan di tingkat akar rumput dinilai menjadi salah satu fondasi penting bagi kemajuan daerah secara keseluruhan.

Namun demikian, pembangunan desa masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Syakur mengungkapkan, Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Garut saat ini berada di angka 7,86 tahun, yang secara umum setara dengan jenjang kelas II SMP.

Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk kalangan mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang beragam.

“Makanya kita minta tolong mahasiswa dari berbagai macam jurusan untuk membantu. Kenapa? Karena di desa itu semua kompleksitas masalah ada dan harus kita selesaikan bersama. Ini adalah simulasi membangun Garut di masa yang akan datang,” tegas Syakur.

Ia meminta para peserta KKN tidak sekadar menjalankan kegiatan seremonial, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat, memetakan persoalan, sekaligus memberikan kontribusi sesuai kompetensi dan disiplin ilmu yang dimiliki.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa di desa harus mampu menghadirkan gagasan, inovasi, serta solusi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Syakur juga berharap sinergi lintas perguruan tinggi melalui KKN-Gradasi dapat menjadi kekuatan tambahan bagi pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan berbagai persoalan pembangunan.

KKN Empat Bulan, Intervensi Mahasiswa Lebih Luas

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana Universitas Garut (UNIGA), Gugun Geusan Akbar, menjelaskan bahwa KKN-Gradasi 2026 merupakan hasil kolaborasi lima perguruan tinggi di Kabupaten Garut.

Program yang diinisiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Garut bersama kalangan akademisi tersebut kini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan.

Gugun menyebut, salah satu pembeda utama KKN-Gradasi dengan pelaksanaan KKN pada umumnya adalah durasi kegiatan yang lebih panjang.

Jika KKN konvensional umumnya berlangsung sekitar satu bulan, KKN-Gradasi dilaksanakan selama empat bulan. 

Durasi tersebut dinilai memberikan ruang lebih besar kepada mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat sekaligus melakukan intervensi program secara lebih mendalam.

“Jika biasanya KKN diselenggarakan selama 1 bulan, KKN Gradasi ini diselenggarakan selama 4 bulan sehingga otomatis kegiatan yang bisa diintervensi oleh mahasiswa juga lebih banyak,” jelas Gugun.

Untuk pelaksanaan tahun 2026, peserta KKN-Gradasi ditempatkan pada 16 lokus kecamatan yang mencakup 15 desa dan 1 kelurahan di Kabupaten Garut.

Penempatan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengabdian yang konkret bagi mahasiswa. Mereka didorong untuk mengidentifikasi potensi lokal, memahami persoalan masyarakat, serta menyusun berbagai langkah penyelesaian berdasarkan bidang keilmuan masing-masing.

Kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat pun diharapkan tidak berhenti ketika masa KKN berakhir. 

Sebaliknya, program tersebut diharapkan dapat melahirkan gagasan dan inovasi yang memiliki keberlanjutan serta mendukung agenda pembangunan Kabupaten Garut.

Gugun berharap seluruh rangkaian KKN-Gradasi 2026 dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan apa yang diniatkan oleh seluruh pihak bisa terlaksana dengan lancar dan membawa manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Garut,” pungkasnya. (Agung)

Exit mobile version